Indico Inisiasi Digitalisasi Pertanian di Wonogiri, Jawa Tengah
JAKARTA, investor.id - Indico, anak perusahaan Telkomsel yang berfokus pada pengembangan ekosistem digital, membuka peluang untuk berkontribusi pada sektor teknologi agrikultura (agritech). Indico kini mengelola platform digital food ecosystem (DFE) yang sebelumnya diinkubasi Telkomsel.
DFE merupakan inisiatif Telkomsel di bidang agritech yang kini dikelola Indico. Sebagai bagian dari misi BUMN untuk berkontribusi membangun ketahanan pangan nasional, DFE menggunakan aset dan kapabilitas yang dimiliki oleh Telkomsel untuk pemberdayaan petani.
Sebagai langkah awal, Indico bersama Tanivest menggandeng Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Tani Makmur dalam digital contract farming. Kerja sama ini diharapkan mampu membantu sekitar 50 petani beras di Wonogiri, Jawa Tengah, untuk meningkatkan produktivitas hasil pertaniannya.
Baca Juga:
Telkomsel Hadirkan NextDev Academy 2023Chief Tech & Product Officer Indico Luthfi K Arif mengatakan, kolaborasi digital contract farming menjadi langkah awal strategis dalam mengembangkan ekosistem digital di sektor pertanian.
“Dengan memanfaatkan aset Telkomsel, kami optimistis bisa memberikan kontribusi signifikan yang akan meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional,” ujar Luthfi, dikutip Minggu (26/2/2023).
Upaya Indico untuk memberikan kontribusi teknologi dan pemberdayaan petani dimulai dengan membangun kerja sama strategis dengan Tanivest, agritech enabler asal Solo. Bersama Tanivest, Indico menjangkau para petani di Jawa Tengah.
Dalam pilot project tersebut, Indico akan mengimplementasikan solusi pertanian berbasis teknologi di 40 hektare lahan sawah di Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Para petani di wilayah tersebut akan mempelajari teknik pertanian modern dengan memanfaatkan teknologi internet of things (IoT) Telkomsel dan digitalisasi pertanian. Implementasi teknologi tersebut diharapkan bisa memproduksi 200 ton beras.
Melalui metode pertanian yang presisi, Indico akan membantu petani dalam menerapkan prosedur operasional penanaman melalui revitalisasi lahan, pemanfaatan sensor IoT, dan penggunaan drone untuk penyiraman lahan.
Indico juga akan membantu petani melalui pendampingan dari peneliti pertanian (agronomis) dan pengadaan sarana produksi (saprodi) pertanian. Indico akan berupaya memastikan hasil panen petani terserap dan membuka akses pasar untuk memperoleh hasil panen tersebut.
“Kami merasa senang dan antusias untuk bekerja sama dengan Indico. Kami sangat menantikan perubahan yang terjadi dalam peningkatan hasil panen dan kesejahteraan petani di masa depan,” ungkap Ketua Gapoktan Tani Makmur Kecamatan Selogiri, Wonogiri, Bambang Setiadi.
Pilot Project
Pilot project tersebut menjadi fase awal bagi Indico untuk membangun solusi pertanian yang presisi. Langkah ini diharapkan dapat berkontribusi membangun ketahanan pangan nasional dengan memberdayakan petani melalui digitalisasi yang akan meningkatkan nilai komersial hasil panen.
Melalui kemitraan strategis dengan Tanivest, Indico juga berencana untuk terus memperluas lahan menjadi 120 hektare di Wilayah Jawa Tengah pada semester pertama tahun ini.
Untuk mengembangkan platform DFE, ke depan, Indico akan berkolaborasi dengan pemangku kepentingan terkait, antara lain penyedia saprodi, pemerintah daerah, institusi akademik dan pusat penelitian, serta start-up agritech lain.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






