Pentingnya Asupan Protein Harian Dukung Gaya Hidup Aktif Pria
JAKARTA, investor.id - Bagi para pria yang mendambakan tubuh bugar dan maskulin dengan massa otot tinggi, asupan protein merupakan hal yang terpenting. Sebab, protein adalah nutrisi penting yang banyak digunakan untuk membentuk otot. Sayangnya, kecukuan asupan nutrisi protein harian sering terlewatkan.
Jesaya Christian, Brand Manager L-Men mengatakan, asupan nutrisi protein harian sering terlewatkan, padahal protein berperan penting dalam mendukung gaya hidup aktif secara fisik. Semakin aktif seseorang secara fisik, otot akan semakin sering digunakan sehingga asupan protein yang cukup amatlah penting untuk menjaga massa otot. Apalagi jika mereka melakukan olahraga, khususnya latihan beban, di mana otot mengalami micro-tears atau luka pada otot.
"Sehingga membutuhkan asupan protein yang cukup sebagai building block untuk proses regenerasi otot dan menambah massa otot," ungkapnya di Jakarta, Selasa (17/12).
Menurut European Journal of Sport Science, lanjut Jesaya, kebutuhan protein untuk orang dengan latihan enduranceintensitas rendah dan sedang adalah 1.1 gram/kg BB/hari, sedangkan mereka yang memiliki tujuan pembentukan otot (body building) memiliki kebutuhan protein 1,6-2,2 gram protein/kg BB/hari. Apabila mengikuti rata-rata berat pria Indonesia pada rentang usia 18-40 tahun pada Riskesdas 2013, yakni 62 kg, dengan konsumsi 2 gram protein/kg BB perhari, maka total kebutuhan protein sehari adalah sebesar 124 gram.
"Sayangnya, seringkali asupan protein dari makanan sehari-hari cenderung defisit," paparnya.
Jesaya menambahkan kandungan protein dalam makanan yang ditemukan sehari-hari: telur: 6gr/butir, putih telur: 4gr/butir, dada ayam (100gr): 27gr, tempe matang (30 gr): 5,5gr. Untuk itu, diperlukan asupan protein tambahan selain dari makanan sehari-hari, apalagi bagi yang ingin menambah massa otot. Terpenting yang harus diperhatikan adalah dalam mengkonsumsi protein sebaiknya tidak sekaligus satu kali saja. Tapi dipecah-pecah menjadi beberapa kali. Sebab, sekali konsumsi protein yang terserap hanya maksimal 25-30 gram saja. Jadi apabila kebutuhan protein seseorang dalam harian mencapai 124 gram, maka sekali makan bisa dipecah beberapa kali.
"Misalnya saat sarapan, makan siang, ketika sebelum dan sesudah latihan atau olahraga, serta ketika mau tidur malam," jelasnya.
Tingginya kebutuhan protein para pria, Jesaya mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Pish & Posh Café by Bakerzin meluncurkan beberapa varian menu terbaru, yakni Protein Shake sebagai pilihan asupan protein ketika eating out untuk mendukung gaya hidup aktif secara fisik. Dengan menawarkan menu Protein Shake sebagai opsi asupan protein tambahan sebelum maupun setelah berolahraga.
Ellen Widodo, General Manager Marketing & PR Boga Group, mengatakan, kerjasama ini dilakukan karena melihat makin besarnya kesadaran masyarakat di kota besar untuk menjalankan gaya hidup aktif dan suka berolahraga. Seperti yang diketahui, makin banyak gym dan studio olahragayang bermunculan dengan beragam kelas dan alat, serta berbagai komunitas olahraga pun semakin bertambah.
"Kami melihat makin tinggi kebutuhan nutrisi untuk mendukung gaya hidup sehat dan aktif mereka, salah satunya nutrisi protein. Inilah mengapa kami menggandeng L-Men, sebagai leading brand nutrisi di Indonesia, khususnya protein, untuk mendukung gaya hidup aktif masyarakat di kota-kota besar," tutupnya.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now

