Sabtu, 4 April 2026

Kasus Gagal Ginjal Akut Kembali Terjadi, Pemerintah Didesak Tetapkan KLB

Penulis : Herman
7 Feb 2023 | 19:26 WIB
BAGIKAN
Keluarga korban gagal ginjal akut anak menunggu sidang gugatan class action di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa, 7 Februari 2023.
Keluarga korban gagal ginjal akut anak menunggu sidang gugatan class action di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Selasa, 7 Februari 2023.

JAKARTA, Investor.id - Tim Advokasi untuk Kemanusiaan mendesak status kejadian luar biasa (KLB) segera ditetapkan pada kasus gagal ginjal akut progresif atipikal (GGAPA). Hal ini setelah ditemukannya kembali kasus baru GGAPA setelah mengonsumsi obat Praxion.

Padahal, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) sebelumnya telah merilis daftar obat yang aman dikonsumsi, salah satunya Praxion.

"Sampai saat ini faktanya masih ada kasus baru (GGAPA). Dalam konteks ini, kami prihatin. Jadi harusnya penetapan status KLB harus segera dilakukan," kata Al Araf selaku perwakilan Tim Advokasi untuk Kemanusiaan, di PN Jakarta Pusat, Selasa (7/2/2023).

Advertisement

Sebelumnya, Selasa (6/2/2023), Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengungumumkan telah mendapatkan laporan kasus baru GGAPA setelah tidak ada kasus baru sejak awal Desember tahun lalu. Dua kasus tersebut dilaporkan oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta. Tim Advokasi untuk Kemanusiaan juga mengaku telah menerima laporan adanya anak di Solo yang mengalami gejala gagal ginjal akut usai minum obat Praxion.

"Ini persoalan yang sangat serius dan pemerintah harus mengambil langkah-langkah yang lebih serius dengan menetapkan KLB sebagai pijakan untuk menyelesaikan masalah ini," kata Al Araf.

Temuan kasus baru GGAPA setelah sebelumnya pemerintah menyatakan sudah zero kasus menurut Al Araf juga harus menjadi peringatan keras. Bisa saja asa banyak kasus-kasus baru yang belum terungkap.

"Jadi saya berharap DPR bisa segera memanggil Menkes, Kepala BPOM dan pihak-pihak terkait, mengingat ada kasus baru lagi dan pemerintah harus segera mengambil langkah yang lebih serius," kata Al Araf.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


InveStory 11 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 20 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 57 menit yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.
Business 2 jam yang lalu

Green SM Dapat Dukungan Pembiayaan BCA Rp600 M

Fasilitas pembiayaan dari BCA ditujukan memperkuat kesiapan operasional serta menjaga keberlanjutan layanan Green SM di sejumlah kota.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia