Kamis, 14 Mei 2026

Kecap Manis, Pusaka Kuliner yang Membanggakan dari Indonesia

Penulis : Happy Amanda Amalia
24 Okt 2023 | 08:09 WIB
BAGIKAN
Orek tempe, salah satu hidangan Nusantara yang menggunakan kecap manis. (Foto: Istimewa/Bango)
Orek tempe, salah satu hidangan Nusantara yang menggunakan kecap manis. (Foto: Istimewa/Bango)

JAKARTA, investor.id – Culinary gem atau pusaka kuliner merupakan alat untuk memperkenalkan jati diri sebuah negara pada dunia, lebih dari sekadar menjembatani masyarakat dengan akar budayanya. Semisal Jepang yang terkenal dengan saus Shoyu (kecap asin), kemudian Thailand dengan saus Sriracha atau Korea dengan saus Gochujang.

Tidak ketinggalan, Indonesia juga memiliki culinary gem asli nusantara yang mempersatukan aneka kelezatan hidangan dari generasi ke generasi. Di Indonesia, keberadaan kecap manis adalah cerminan sejarah, identitas, tradisi, dan kearifan lokal yang unik dan tak lekang waktu, seperti halnya culinary gem dari mancanegara.

Food Historian Andreas Maryoto menuturkan bahwa sudah sepatutnya Indonesia berbangga dengan kecap manisnya. Culinary gem asli Nusantara ini sudah ada sejak abad ke-16 dan merupakan hasil akulturasi antara saus koechiap yang dibawa pedagang China dengan gula jawa atau gula kelapa yang banyak digunakan pribumi untuk mengolah makanan.

ADVERTISEMENT

“Indonesia adalah satu-satunya negara yang memiliki kecap bercita rasa manis, dilengkapi rasa umami dari proses fermentasi kedelai. Berkat keunikan ini, aneka hidangan Nusantara yang menggunakan kecap manis bahkan telah mengharumkan nama bangsa di kancah dunia,” kata Andreas.

Bowo, Co-Founder Dari Halte ke Halte (DHKH) – sebuah komunitas pemberi rekomendasi ragam kuliner Indonesia yang bisa diakses menggunakan transportasi umum – mengungkapkan, istilah culinary gem muncul karena minat milenial dan Gen-Z untuk berpetualang kuliner yang makin tinggi, termasuk hunting berbagai kuliner otentik dari mancanegara.

“Misi platform DHKH adalah mengajak HalTeman, terutama milenial dan Gen-Z, agar tidak lupa akan kuliner nusantara dan terus mengeksplorasi kekayaannya. Bisa dibilang, sebagian besar dari trip yang kami lakukan berfokus mengunjungi UMKM kuliner nusantara yang masih kurang terekspos, termasuk hidangan-hidangan otentik yang kaya dengan penggunaan kecap,” ujarnya.

Untuk itu, Bango kembali mempersembahkan Festival Jajanan Bango (FJB) 2023 di Jakarta pada 27-29 Oktober 2023 untuk menandai perayaan 95 tahun perjalanannya dalam menjaga kualitas dan melestarikan kekayaan kuliner nusantara. Sebelumnya, perjalanan FJB 2023 diawali di Makassar, Sulawesi Selatan pada 7-8 Oktober dengan menghadirkan 45 legenda kuliner, di mana 35 diantaranya berasal dari kota Makassar dan sekitarnya.

Pada FJB, para pecinta kuliner diajak melestarikan kecap manis dengan mengeksplorasi ragam hidangan berbasis kecap yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara. Harapannya setelah berpetualang kuliner, para pengunjung, khususnya para ibu, menjadi lebih terdorong untuk menyajikan aneka hidangan berbasis kecap di rumah. Yang secara tidak langsung ikut berperan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia.

Head of Marketing Nutrition Indonesia PT Unilever Indonesia Tbk., Ari Astuti, menyampaikan bahwa perjalanan sukses Bango selama 95 tahun berakar pada konsistensi dalam menjaga kualitas dengan penggunaan 4 bahan alami terbaik dan proses pembuatan yang otentik. Bango diklaim menjadi andalan ibu, keluarga dan para penjaja kuliner legendaris sebagai kecap untuk menyajikan aneka hidangan Indonesia.

“Dikutip dari dari survei Kurious-Katadata Insight Center, Bango adalah brand kecap terfavorit pilihan 80,5% masyarakat Indonesia. Bango juga konsisten menjalankan misi melestarikan kuliner nusantara, salah satunya melalui pelaksanaan Festival Jajanan Bango sejak 2005. Di acara ini, pengunjung bisa mengeksplorasi kelezatan aneka hidangan otentik yang disajikan oleh para legenda kuliner dari Sabang hingga Merauke – terutama yang menggunakan kecap manis,” ungkap Tutut, sapaan akrabnya.

Mengusung tema “Bangkitkan Sejuta Rasa Nusantara”, Bango memberikan pengalaman multisensori dalam bentuk sebuah galeri yang menonjolkan berbagai pesona kuliner nusantara menggunakan teknologi imersif yang memanjakan kelima indera. Diharapkan dengan pengalaman ini, para pecinta kuliner akan makin tidak sabar untuk menikmati aneka hidangan yang tersedia, dan akan lebih mengapresiasinya sebagai sebuah mahakarya yang patut dilestarikan.

Editor: Happy Amanda Amalia

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 45 menit yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 56 menit yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Macroeconomy 1 jam yang lalu

Core Dukung Perluasan Insentif ke Sektor Padat Karya

Core dorong pemerintah memperluas program padat karya dan insentif industri manufaktur demi jaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Giliran Purbaya Respons Surat Investor China soal Iklim Investasi RI

Menkeu Purbaya merespons keluhan pengusaha China soal iklim investasi RI dan menegaskan pemerintah tetap utamakan kepentingan nasional.
Finance 2 jam yang lalu

Livin’ by Mandiri Beri Kemudahan Nasabah Berkurban

Bank Mandiri mempermudah pembelian hewan kurban secara digital melalui fitur Sukha di aplikasi Livin’ by Mandiri.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia