Kamis, 14 Mei 2026

Gaya Hidup Vegan Akan Menurunkan Risiko Penyakit Kronis

Penulis : Imam Suhartadi
12 Nov 2024 | 21:39 WIB
BAGIKAN
Makanan vegetarian. ( Foto Ilustrasi: Healthline.com / Elena Danileiko )
Makanan vegetarian. ( Foto Ilustrasi: Healthline.com / Elena Danileiko )

JAKARTA, investor.id – Gaya hidup vegan akan membantu meningkatkan kesehatan. Diet vegan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker.

Selain itu, stunting erat kaitannya dengan kekurangan gizi dan pola makan yang buruk. Makanan nabati kaya nutrisi dapat membantu mengatasi stunting. Terlebih, sumber makanan nabati kaya nutrisi, dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Nusantara.

Penelitian menunjukkan bahwa diet yang kaya akan buah dan sayuran dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi. Antioksidan dan Nutrisi yang baik berkontribusi pada produksi neurotransmitter yang penting, seperti serotonin, yang berpengaruh pada kesehatan mental.

ADVERTISEMENT

“Makanan berbasis nabati yang kaya akan antioksidan dan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan di otak, yang terkait dengan stres dan kecemasan. Ini berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik,” kata Dr. Susianto, Pendiri sekaligus Presiden dari World Vegan Organisation (WVO) dan Vegan Society of Indonesia (VSI) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/11/2024).

Susianto melanjutkan, tanaman pangan seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan produk hewani. Ini berarti lebih banyak makanan yang tersedia untuk lebih banyak orang, membantu mengurangi kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan.

Produksi makanan nabati cenderung lebih murah dibandingkan dengan produksi makanan hewani. Dengan demikian, pola makan vegan dapat membantu menurunkan harga pangan dan membuat makanan lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.

Lahan dan sumber daya yang digunakan untuk peternakan dapat dialihfungsikan untuk memproduksi pangan nabati yang lebih efisien dan dapat menjangkau lebih banyak orang.

Lebih lanjut dia mengatakan, penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia) adalah ancaman kesehatan global. Industri peternakan intensif, dengan kondisi padat dan higienitas yang seringkali kurang diperhatikan, menjadi tempat berkembang biaknya berbagai macam virus dan bakteri yang berpotensi menyebabkan zoonosis.

Beberapa contoh penyakit zoonosis yang terkait dengan konsumsi produk hewani antara lain: Flu Burung (Avian Influenza), Flu Babi (Swine Flu), SARS, MERS, Covid-19, Salmonella, E. coli.

Para ahli kesehatan  memperingatkan  bahwa  industri  peternakan  intensif  merupakan  "bom  waktu"  untuk  pandemi  zoonosis.  Dengan  beralih  ke  pola  makan  vegan,  kita  dapat  membantu  mencegah  timbulnya  pandemi  baru  di  masa  depan. 

Tuan Rumah Konferensi Vegan Internasional

Sebagai informasi, Indonesia Vegetarian Society (IVS) bersama Vegan Society of Indonesia (VSI) dan World Vegan Organisation (WVO)  mengumumkan penyelenggaraan "The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024" yang akan berlangsung pada 12-17 November 2024 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.

Acara bertaraf internasional ini akan menjadi wadah berkumpulnya para ahli, pimpinan organisasi vegan dari mancanegara, praktisi, aktivis, pelaku bisnis, komunitas, dan masyarakat umum yang peduli terhadap gaya hidup vegan, kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan.

Mengusung tema "Vegan untuk Bumi dan Manusia, Langkah Kecil Dampak Besar", acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pilihan konsumsi dalam menciptakan perubahan positif.

"Kami ingin menunjukkan bahwa gaya hidup vegan bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang berkontribusi pada keberlanjutan planet dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup manusia," ujar Dr. Susianto, .

Tema ini dipilih untuk menunjukkan bahwa pilihan gaya hidup vegan, meskipun tampak sebagai langkah kecil bagi seorang individu, namun  secara kolektif dapat menciptakan dampak besar bagi  bumi  dan  seluruh  umat  manusia.

Kuliner Vegan Nusantara memegang peranan penting dalam "The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024".  Kehadirannya bukan sekadar sebagai pelengkap acara, melainkan memiliki arti penting yang  mendalam, baik  bagi  gerakan  veganisme  di  Indonesia  maupun  bagi  pelestarian  budaya  kuliner  nusantara.

Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa beragam, namun  banyak  masakan  tradisional  yang  menggunakan  bahan  hewani.  Festival  Kuliner  Vegan  Nusantara  memberikan  kesempatan  untuk  menunjukkan  bahwa  masakan  Indonesia  dapat  dinikmati  oleh  siapa  saja,  termasuk  vegan,  tanpa  kehilangan  cita  rasa  autentiknya.

Festival ini menjadi  wadah  bagi  para  chef,  pelaku  usaha  kuliner,  dan  komunitas  vegan  untuk  berkreasi  dan  berinovasi  dalam  menciptakan  masakan  vegan  nusantara  yang  lezat  dan  menarik.  Hal  ini  dapat  memperluas  pilihan  makanan  vegan  dan  meningkatkan  apresiasi  masyarakat  terhadap  kuliner  vegan.

Melalui  Festival  Kuliner  Vegan  Nusantara,  masyarakat  dapat  belajar  bahwa  veganisme  bukan  hanya  tentang  menghindari  produk  hewani,  tetapi  juga  tentang  menikmati  makanan  lezat  dan  bergizi.  Festival  ini  dapat  membantu  mengubah  persepsi  masyarakat  tentang  veganisme  dan  menunjukkan  bahwa  gaya  hidup  vegan  dapat  dijalani  dengan  mudah  dan  menyenangkan.

"Dengan  menghadirkan  masakan  tradisional  dalam  versi  vegan,  festival  ini  berkontribusi  pada  pelestarian  budaya  kuliner  nusantara.  Hal  ini  menunjukkan  bahwa  budaya  kuliner  Indonesia  dapat  terus  lestari  dan  beradaptasi  dengan  perkembangan  zaman," ujarnya.

Selamatkan Bumi

Industri peternakan merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Dengan beralih ke pola makan vegan, kita dapat membantu mengurangi jejak karbon dan memperlambat laju perubahan iklim.

Produksi daging membutuhkan lahan, air, dan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan produksi tanaman. Veganisme membantu menghemat sumber daya alam yang semakin terbatas.

Pembukaan lahan untuk peternakan dan perkebunan pakan ternak menjadi salah satu penyebab utama deforestasi. Dengan mengurangi konsumsi produk hewani maka dapat membantu melestarikan hutan.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 25 menit yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 34 menit yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 51 menit yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 1 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 2 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 2 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia