Gaya Hidup Vegan Akan Menurunkan Risiko Penyakit Kronis
JAKARTA, investor.id – Gaya hidup vegan akan membantu meningkatkan kesehatan. Diet vegan yang kaya akan sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan dapat meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan dapat mengurangi risiko penyakit kronis seperti jantung, stroke, diabetes, dan kanker.
Selain itu, stunting erat kaitannya dengan kekurangan gizi dan pola makan yang buruk. Makanan nabati kaya nutrisi dapat membantu mengatasi stunting. Terlebih, sumber makanan nabati kaya nutrisi, dapat ditemukan dengan mudah di seluruh pelosok Nusantara.
Penelitian menunjukkan bahwa diet yang kaya akan buah dan sayuran dapat meningkatkan suasana hati dan mengurangi gejala depresi. Antioksidan dan Nutrisi yang baik berkontribusi pada produksi neurotransmitter yang penting, seperti serotonin, yang berpengaruh pada kesehatan mental.
“Makanan berbasis nabati yang kaya akan antioksidan dan omega-3 dapat membantu mengurangi peradangan di otak, yang terkait dengan stres dan kecemasan. Ini berkontribusi pada kesehatan mental yang lebih baik,” kata Dr. Susianto, Pendiri sekaligus Presiden dari World Vegan Organisation (WVO) dan Vegan Society of Indonesia (VSI) dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (12/11/2024).
Susianto melanjutkan, tanaman pangan seperti biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan dapat diproduksi dalam jumlah yang lebih besar dan lebih cepat dibandingkan dengan produk hewani. Ini berarti lebih banyak makanan yang tersedia untuk lebih banyak orang, membantu mengurangi kelaparan dan meningkatkan ketahanan pangan.
Produksi makanan nabati cenderung lebih murah dibandingkan dengan produksi makanan hewani. Dengan demikian, pola makan vegan dapat membantu menurunkan harga pangan dan membuat makanan lebih terjangkau dan lebih mudah diakses oleh masyarakat luas.
Lahan dan sumber daya yang digunakan untuk peternakan dapat dialihfungsikan untuk memproduksi pangan nabati yang lebih efisien dan dapat menjangkau lebih banyak orang.
Lebih lanjut dia mengatakan, penyakit zoonosis (penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia) adalah ancaman kesehatan global. Industri peternakan intensif, dengan kondisi padat dan higienitas yang seringkali kurang diperhatikan, menjadi tempat berkembang biaknya berbagai macam virus dan bakteri yang berpotensi menyebabkan zoonosis.
Beberapa contoh penyakit zoonosis yang terkait dengan konsumsi produk hewani antara lain: Flu Burung (Avian Influenza), Flu Babi (Swine Flu), SARS, MERS, Covid-19, Salmonella, E. coli.
Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa industri peternakan intensif merupakan "bom waktu" untuk pandemi zoonosis. Dengan beralih ke pola makan vegan, kita dapat membantu mencegah timbulnya pandemi baru di masa depan.
Tuan Rumah Konferensi Vegan Internasional
Sebagai informasi, Indonesia Vegetarian Society (IVS) bersama Vegan Society of Indonesia (VSI) dan World Vegan Organisation (WVO) mengumumkan penyelenggaraan "The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024" yang akan berlangsung pada 12-17 November 2024 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat.
Acara bertaraf internasional ini akan menjadi wadah berkumpulnya para ahli, pimpinan organisasi vegan dari mancanegara, praktisi, aktivis, pelaku bisnis, komunitas, dan masyarakat umum yang peduli terhadap gaya hidup vegan, kesehatan, lingkungan, dan kesejahteraan hewan.
Mengusung tema "Vegan untuk Bumi dan Manusia, Langkah Kecil Dampak Besar", acara ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pilihan konsumsi dalam menciptakan perubahan positif.
"Kami ingin menunjukkan bahwa gaya hidup vegan bukan hanya tentang makanan, tetapi juga tentang berkontribusi pada keberlanjutan planet dan meningkatkan kualitas kesehatan dan kualitas hidup manusia," ujar Dr. Susianto, .
Tema ini dipilih untuk menunjukkan bahwa pilihan gaya hidup vegan, meskipun tampak sebagai langkah kecil bagi seorang individu, namun secara kolektif dapat menciptakan dampak besar bagi bumi dan seluruh umat manusia.
Kuliner Vegan Nusantara memegang peranan penting dalam "The 12th WVO Conference and International Vegan Festival 2024". Kehadirannya bukan sekadar sebagai pelengkap acara, melainkan memiliki arti penting yang mendalam, baik bagi gerakan veganisme di Indonesia maupun bagi pelestarian budaya kuliner nusantara.
Indonesia memiliki kekayaan kuliner yang luar biasa beragam, namun banyak masakan tradisional yang menggunakan bahan hewani. Festival Kuliner Vegan Nusantara memberikan kesempatan untuk menunjukkan bahwa masakan Indonesia dapat dinikmati oleh siapa saja, termasuk vegan, tanpa kehilangan cita rasa autentiknya.
Festival ini menjadi wadah bagi para chef, pelaku usaha kuliner, dan komunitas vegan untuk berkreasi dan berinovasi dalam menciptakan masakan vegan nusantara yang lezat dan menarik. Hal ini dapat memperluas pilihan makanan vegan dan meningkatkan apresiasi masyarakat terhadap kuliner vegan.
Melalui Festival Kuliner Vegan Nusantara, masyarakat dapat belajar bahwa veganisme bukan hanya tentang menghindari produk hewani, tetapi juga tentang menikmati makanan lezat dan bergizi. Festival ini dapat membantu mengubah persepsi masyarakat tentang veganisme dan menunjukkan bahwa gaya hidup vegan dapat dijalani dengan mudah dan menyenangkan.
"Dengan menghadirkan masakan tradisional dalam versi vegan, festival ini berkontribusi pada pelestarian budaya kuliner nusantara. Hal ini menunjukkan bahwa budaya kuliner Indonesia dapat terus lestari dan beradaptasi dengan perkembangan zaman," ujarnya.
Selamatkan Bumi
Industri peternakan merupakan salah satu penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar. Dengan beralih ke pola makan vegan, kita dapat membantu mengurangi jejak karbon dan memperlambat laju perubahan iklim.
Produksi daging membutuhkan lahan, air, dan energi yang jauh lebih besar dibandingkan dengan produksi tanaman. Veganisme membantu menghemat sumber daya alam yang semakin terbatas.
Pembukaan lahan untuk peternakan dan perkebunan pakan ternak menjadi salah satu penyebab utama deforestasi. Dengan mengurangi konsumsi produk hewani maka dapat membantu melestarikan hutan.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






