Penyakit akibat Gaya Hidup Tak Sehat Mulai Mendominasi
JAKARTA, investor.id - Dokter Spesialis Penyakit Dalam Advaced Diabetes Center RSCM Dokter Pendidik Klinis KSM Penyakit Dalam FKUI RSCM Dr. dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD, FINASIM. menjelaskan adanya pergeseran pola penyakit yang terjadi di masyarakat dari masa ke masa. Pergeseran ini menunjukkan peralihan dari penyakit infeksi menjadi penyakit akibat gaya hidup yang tidak sehat.
“Ada perubahan pola penyakit, dulu tahun 90an banyak penyakit menular, tapi seiring dengan berjalannya waktu penyakit yang dominan ini sekarang stroke, diabetes, dan penyakit terkait gaya hidup lainnya” kata dr. Wafa saat acara Seminar Hari Kesehatan Nasional 2024, dengan tema Kenali Penyakit Yang Timbul Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat di Jakarta, Jumat (15/11/2024).
Mengutip dari World Health Organization (WHO), memang ada hubungan erat terkait kesehatan diri sendiri dengan gaya hidup.
Menurutnya, beberapa contoh penyakit gaya hidup yang kerap ditemui meliputi obesitas, diabetes mellitus tipe 2, dislipidemia, hipertensi, penyakit jantung, penyakit ginjal, stroke, penyakit paru obstruktif kronik, kanker, dan sirosis hati.
"Ini semua penting untuk kita ketahui. Mari kita sama-sama mengubah pola hidup sehat agar terhindar dari penyakit," ucapnya.
Perlu diketahui bahwa 64% kematian terjadi akibat kurangnya pola hidup sehat yang ini merupaka penyakit tidak menular seperti Hipertensi, Diabetes Melitus Tipe II, dan Penyakit jantung dan ginjal. Hal ini akan terus meningkat jika seseorang tidak melakukan pola hidup yang sehat.
Beberapa penyakit yang disebabkan oleh kurangnya pola hidup sehat, yaitu hipertensi dan diabetes mellitus. Hipertensi didefinisikan sebagai peningkatan tekanan darah sistolik > 140 mmHg dan tekana darah diastolic > 90 mmHg pada dua kali pengukuran. Hipertensi tidak hanya didapatkan pada pasien lanjut usia, namun bisa juga didapatkan pada usia dewasa produktif. Hal ini disebabkan gaya hidup yang tidak sehat dan faktor keturunan.
Gaya hidup yang tidak sehat yang dapat menyebabkan hipertensi, penyebab hipertensi adalah jarang beraktifitas, makanan tinggi garam, sering begadang, stress, mengkonsumsi alcohol dan kopi, serta merokok.
Gejala yang dapat dirasakan dan ditimbulkan beragam mulai dari tanpa gejala, sakit kepala, jantung berdebar, mudah lelah, penglihatan kabur, bahkan bisa juga tidak merasakan gejala apapun.
Selain hipertensi, penyakit yang ditimbulkan akibat kurangnya pola hidup sehat adalah Diabetes Melitus Tipe II. Gejala utama dari penyakit ini adalah sering merasa kencing, cepat lapar, dan sering haus.
Selain ketiga gejala tersebut ada juga gejala tambahan dari diabetes mellitus tipe II ini adalah berat badan menurun secara drastis tanpa adanya penyebab yang jelas, kesemutan, gatal pada daerah kemaluan, bisul yang hilang timbul, penglihatan kabur, cepat lelah, keputihan pada wanita, luka sulit sembuh, mudah mengantuk, dan impotensi pada pria.
Untuk menjaga tubuh tetap sehat maka perlu dilakukan pola hidup yang sehat seperti cek kesehatan rutin berkala, mengurangi kebiasaaan merokok, olah raga secara teratur, makan makanan rendah garam, rendah gula, tinggi protein, dan tata kelola stress yang baik.
Diketahui, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI bersama Persatuan Istri Amil (PIA) menggelar Seminar Hari Kesehatan Nasional 2024, dengan tema “Kenali Penyakit Yang Timbul Akibat Gaya Hidup Tidak Sehat”.
Kegiatan ini berlangsung di Gedung BAZNAS RI, Jakarta, Jumat (15/11/24), dan disiarkan melalui kanal Youtube BAZNAS TV. Hadir Wakil Ketua BAZNAS RI Mokhamad Mahdum, Ketua PIA BAZNAS RI Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Advaced Diabetes Center RSCM Dokter Pendidik Klinis KSM Penyakit Dalam FKUI RSCM Dr. dr. Syahidatul Wafa, Sp.PD, FINASIM, serta diikuti oleh Rumah Sehat BAZNAS (RSB) di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Ketua PIA BAZNAS RI, Dr. Hj. Nur Kusuma Dewi, M.Si, mengungkapkan kegiatan yang diadakan merupakan salah satu cara untuk mengedukasi amil dan amilat untuk melakukan upaya preventif dalam menjaga kesehatan.
“Agar amil amilat kita juga bisa menjaga kesehatannya. Diharapkan amil-amilat itu secara preventif mengelola lifestylenya supaya dapat berperilaku hidup sehat,” ujar Nur.
Melalui seminar ini, Nur berharap, peserta dapat lebih memahami pentingnya menjaga pola hidup sehat untuk mencegah berbagai penyakit.
"Acara ini juga sekaligus menjadi momentum peringatan Hari Kesehatan Nasional yang menekankan pentingnya kolaborasi antara edukasi dan tindakan nyata untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," ucapnya.
Editor: Imam Suhartadi
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






