5 Penyakit Menular yang Perlu Diwaspadai Pada 2025
JAKARTA, investor.id – Tahun baru pasti akan membawa penyebaran penyakit menular, baik yang baru maupun yang lama. Beberapa faktor membuat 2025 siap untuk penularan baru penyakit.
"Prospek penyakit menular selama empat tahun ke depan agak suram," kata Dr. Perry N. Halkitis, dekan Sekolah Kesehatan Masyarakat Rutgers, seperti dikutip Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health baru-baru ini.
Halkitis membaginya menjadi tiga kategori untuk diperhatikan, yaitu penyakit yang muncul kembali, yang saat ini menyebar, dan penyakit menular baru.
“Kita memiliki penyakit menular yang sudah terkendali selama puluhan tahun yang mungkin muncul kembali secara perlahan, seperti yang kita lihat pada penyakit campak dan apa yang terjadi ketika orang-orang menghindari vaksinasi ini untuk anak-anak mereka. Kita memiliki infeksi yang sudah ada selama beberapa tahun terakhir, seperti Covid-19 dan RSV, yang menyebar dengan sangat, sangat cepat, yang akan terus menyebar dan berpotensi memburuk dan terus menyebabkan kematian jika orang-orang tidak mengikuti vaksinasi mereka,” terangnya pada akhir November 2024.
Sebagai informasi, Respiratory Syncytial Virus (RSV) adalah virus yang menginfeksi saluran pernapasan, terutama saluran pernapasan bagian bawah.
Halkitis menambahkan, ada penyakit menular baru yang baru mulai kita pahami.
Berikut adalah lima penyakit menular yang perlu diperhatikan pada 2025.
Flu Burung
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) melaporkan lebih dari 60 kasus flu burung pada manusia pada 2024, termasuk infeksi "parah" pertama di Amerika Serikat (AS). Badan ini menilai risiko kesehatan langsung masyarakat Amerika akibat flu burung adalah "rendah" dan belum mendokumentasikan adanya penularan dari manusia ke manusia di AS.
Namun, para ahli kesehatan memperingatkan hal itu perlu diwaspadai tahun ini. Terutama mengingat apa yang mereka lihat sebagai respons yang kurang bersemangat dari pemerintahan Presiden AS Joe Biden terhadap wabah flu burung di antara kawanan sapi perah.
"Pada titik ini jelas kita tidak memiliki pemahaman yang baik tentang apa yang terjadi dengan wabah yang terkait dengan sapi perah. Jumlah kasus meningkat secara substansial. Tidak ada strategi nyata saat ini yang membatasi penularan ini," ujar Dr. Michael Osterholm, direktur Pusat Penelitian dan Kebijakan Penyakit Menular di Universitas Minnesota.
Campak
Penurunan tingkat vaksinasi menyebabkan lonjakan campak global pada 2024. Di AS saja CDC melaporkan lebih dari 280 kasus campak pada 2024 hingga awal Desember, mencatat jumlah kasus tahunan tertinggi dalam lima tahun terakhir. Campak adalah penyakit ruam yang sangat menular dan berpotensi parah.
Kebanyakan kasus yang dilaporkan tahun ini terjadi pada orang-orang yang belum menerima vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMR) atau yang status vaksinasinya tidak diketahui.
Baca Juga:
Indonesia Segera Tambah Produsen VaksinLebih dari 7% anak TK atau sekitar 280.000 anak tidak memiliki dokumentasi dua dosis vaksin MMR dan “berpotensi berisiko terkena infeksi campak” selama tahun ajaran 2023-2024 di AS, menurut laporan yang diterbitkan oleh CDC.
Editor: Grace El Dora
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






