Kurangnya Akses Edukasi dan Nutrisi Jadi Penyebab Utama Stunting
JAKARTA, investor.id – Indonesia masih menghadapi tantangan serius dalam bidang kesehatan anak, dengan prevalensi stunting dan anemia yang tinggi menjadi perhatian utama. Stunting, yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, serta anemia yang melemahkan daya tahan tubuh dan konsentrasi, merupakan masalah gizi yang saling berkaitan dan memerlukan penanganan menyeluruh.
Corporate Communications Director Danonesia, Arif Mujahidin menjelaskan masalah stunting di mana 1 dari 3 anak Indonesia di bawah usia 5 tahun alami anemia, sementara 19,8% anak Indonesia alami stunting. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya akses edukasi dan nutrisi dari sumber pangan. Untuk itu Sarihusada memiliki misi membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang, misi ini dituangkan lewat produk dan program yang turut berkontribusi mengatasi permasalahan kesehatan di Indonesia.
“Sebagai perusahaan produk nutrisi, misi membawa kesehatan ke sebanyak mungkin orang kami realisasikan dengan menghadirkan inovasi dalam produk SGM 1+ dan 3+ dengan nutrisi yang lebih lengkap serta mampu dukung tumbuh kembang anak yang lengkap pula. Selain produk, kami juga menginisiasi program Generasi Maju Bebas Stunting, program skrining gizi dan edukasi nutrisi yang bertujuan untuk mendeteksi risiko stunting sejak dini,” kata Arif dalam keterangan rilisnya dikutip di Jakarta, Senin (2/6/2025).
Untuk mencegah permasalahan anemia dan kekurangan zat besi di Indonesia, Sarihusada menyadari bahwa masyarakat membutuhkan akses untuk pangan yang tepat, seperti produk nutrisi untuk mencukupi kebutuhan zat besi harian anak.
Sebagai pelopor produk nutrisi di Indonesia, Sarihusada berinovasi dan terus mengembangkan SGM Eksplor 1+ sebagai susu pertumbuhan anak yang mengandung nutrisi lebih lengkap dengan IronC™️ yakni kombinasi unik zat besi serta vitamin C untuk dukung penyerapan zat besi anak 2 kali lebih cepat dan dilengkapi dengan berbagai nutrisi lainnya seperti DHA, Minyak Ikan Tuna, Omega 3 & 6, serat pangan, 12 vitamin & 12 mineral, dukung tumbuh kembang anak yang lengkap.
“Selain akses nutrisi, masyarakat juga perlu memahami tata laksana yang tepat dalam pencegahan stunting melalui skrining dan deteksi dini dini. Untuk itu, Sarihusada menginisiasi program Generasi Maju Bebas Stunting yang terdiri dari ajakan 3 langkah maju dengan mengajak orang tua untuk mengukur tinggi dan berat secara teratur, ajak konsultasi ke dokter dan upayakan beri nutrisi teruji klinis,” jelasnya.
Hasil skrining menghasilkan deteksi dini yang memungkinkan penanganan tepat, mengurangi risiko komplikasi, dan memastikan anak mendapatkan perawatan optimal. Sedangkan rujukan terapi stunting memastikan anak menerima intervensi yang tepat, seperti suplementasi gizi, perubahan pola makan, dan pemantauan intensif.
Atas komitmen dan inovasinya, Sarihusada mendapatkan penghargaan Inovasi Produk Pangan dan Gizi untuk produk SGM Eksplor 1+, SGM Eksplor 3+ dan program Generasi Maju Bebas Stunting (GMBS) di ajang Peduli Gizi 2025 hingga penghargaan dengan kategori innovative leader untuk Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH pada ajang penghargaan 28th World Congress on Clinical Nutrition (WCCN) 2025 yang diselenggarakan oleh Perhimpunan Pakar Gizi dan Pangan (Pergizi Pangan) Indonesia dan Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (GAPMMI).
Chair of the Committee Professor from IPB University & President of International College of Nutrition, Prof. Hardinsyah, MS. Ph.D menyampaikan penghargaan ini diberikan sebagai bentuk pengakuan kepada industri pangan yang berhasil mengembangkan inovasi produk dan program mendukung upaya pemerintah untuk perbaikan mutu pangan dan gizi masyarakat termasuk terhadap kepemimpinan yang inovatif dan berdampak.
“Dalam mewujudkan tujuan ini, tidak dapat dipungkiri bahwa peran swasta khususnya industri pangan semakin besar dalam mengembangkan produk pangan yang mempertimbangkan aspek gizi dan kesehatan,” katanya.
Editor: Heru Febrianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler



