Jumat, 15 Mei 2026

Industri Kesehatan Harus Didorong Dapat Berkompetisi di Level Internasional

Penulis :  Imam Suhartadi
23 Jul 2025 | 19:12 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi industri kesehatan. (Istimewa)
Ilustrasi industri kesehatan. (Istimewa)

JAKARTA, investor.id - Asosiasi Instalasi Gas Medika Indonesia (AIGMI) bertekad mendukung Kementerian Kesehatan untuk menciptakan industri kesehatan dalam negeri yang berkualitas sehingga, dapat berkompetisi di dunia Internasional.

"Pemerintah dengan Asosiasi bisa bersama-sama saling support sehingga dapat menjadi tuan rumah di negeri sendiri," kata Ketua Umum Asosiasi Instalasi Gas Medika Indonesia (AIGMI) Dedy Sudarto. Dalam Seminar Nasional III sekaligus Musyawarah Nasional IV 2025 di Bina Karna Auditorium Bidakara Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Tema seminar yaitu Penguatan Standarisasi Dalam Upaya Peningkatan Kualitas Menuju Indonesia Bermutu.

ADVERTISEMENT

Dedy juga berharap industri kesehatan dapat di bawah AIGMI dapat mengekspor produk yang dihasilkan. Untuk itu, anggota AIGMI dapat secara aktif untuk peduli dengan penguatan standarnya.

"Diharapkan daya saing kita bisa seimbang dapat bersaing dengan produk daru negara lain,"  ujarnya.

Selain itu,ia berupaya untuk menyiapkan standarisasi seperti yang disyaratkan Kementerian Kesehatan sesuai kebutuhan yang ditetapkan. Sehingga, keselamatan dapat diutamakan.

"Akhirnya semua dapat dipakai di fasilitas layanan rumah sakit," ucapnya.

Di sisi lain, ia menyoroti masalah persaingan dalam industri kesehatan dalam negeri. Dimana persaingan sangat tinggi, baik untuk profesi maupun dalam pengadaan barang dan jasa."Keduanya standarisasi sangat tinggi," kata Dedy.

Oleh karena itu, pihaknya melakukan penguatan standarisasi ke arah ISO. Sesuai kompetensi untuk profesi dengan melibatkan Komite Akreditasi Nasional (KAN) dan Badan Standarisasi Nasional (BSN).

"Kita sudah terakreditasi dengan mereka.Standar kita sudah standar internasional," ujarnya.

Dedy juga menekankan pentingnya meningkatkan daya saing di tingkat Internasional. Karena persaingan semakin kompetitif. 

"AIGMI sebagai lembaga sertifikasi meningkatkan terus standarnya," ucapnya.

Musyawarah Nasional IV AIGMI

AIGMI menyelenggarakan Seminar Nasional III dan Musyawarah Nasional IV pada Rabu ( 23/7/2025) di Jakarta. Seminar mengusung tema “Penguatan Standardisasi dalam Upaya Peningkatan Kualitas Menuju Indonesia Bermutu.”

Kegiatan ini menjadi wadah penting untuk memperkuat pemahaman dan implementdenganasi standarisasi di sektor instalasi gas dan vakum medik di Indonesia.

Industri Kesehatan Harus Didorong Dapat Berkompetisi di Level Internasional
Ketua Umum Asosiasi Instalasi Gas Medika Indonesia (AIGMI) Dedy Sudarto di sela-sela acara Seminar Nasional III sekaligus Musyawarah Nasional IV 2025 di Bina Karna Auditorium Bidakara Jakarta, Rabu (23/7/2025).

Dedy menyoroti hasil Musyawarah Nasional IV  AIGMI 2025. Salah satunya melakukan pemilihan ketua umum yang baru."Nanti akan ada langkah-langkah stratejik yang ditetapkan ke depan sari AIGMI," ucapnya.

Saat ini jumlah anggota profesi di AIGMI hampir 500 anggota. Sedangkan vadan usaha di bawah AIGMI hampir 200 anggota.

"Saat ini replace market-nya sudah pasti untuk barang dan jasa yang dapat diterima. Sedangkan profesinya dapat dipekerjakan di fasilitas pelayanan kesehatan," katanya.

AIGMI mendukung kemajuan industri alat kesehatan nasional dengan mendorong kualitas kerja, penerapan standar yang tepat guna, serta pemanfaatan teknologi produksi dalam negeri.

Melalui seminar ini, para pemangku kepentingan baik dari kalangan rumah sakit, penyedia barang dan jasa, maupun regulator diharapkan dapat memiliki pemahaman menyeluruh mengenai standar mutu instalasi gas dan vakum medik yang dapat diterapkan di seluruh fasilitas layanan kesehatan di Indonesia.

Acara ini juga menghadirkan lokakarya/workshop bertema tren perdagangan instalasi gas medik di Indonesia, yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan daya saing pelaku usaha di sektor ini.

Musyawarah Nasional IV  menjadi forum untuk melakukan konsolidasi internal serta pembahasan penyempurnaan AD/ART AIGMI demi memperkuat tata kelola organisasi yang adaptif dan kolaboratif.

AIGMI juga telah memiliki Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berperan dalam memastikan kompetensi SDM di bidang instalasi gas medik melalui uji sertifikasi berbasis standar nasional. Kehadiran LSP AIGMI menjadi bagian integral dari upaya peningkatan kualitas dan profesionalisme tenaga kerja di sektor ini.

Editor: Imam Suhartadi

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia