Ekonom Bank Mandiri: Neraca Perdagangan April Diprediksi Surplus US$ 3,25 Miliar
JAKARTA, Investor.id – Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia surplus sebanyak US$ 3,25 miliar pada April 2023. Hal ini dipicu atas perkiraan kegiatan ekspor dan impor melandai selama libur Lebaran.
“Ekspor dan impor diperkirakan terkontraksi di tengah liburan Lebaran,” tutur Faisal pada Jumat (12/5/2023).
Surplus perdagangan yang cenderung terus menyusut. Namun, surplus perdagangan dapat bertahan lebih lama dari yang diantisipasi, karena penurunan harga komoditas akan lebih bertahap karena pembukaan kembali ekonomi Tiongkok pengurangan produksi minyak OPEC+, produksi beberapa komoditas yang lebih rendah di tengah kemungkinan El Nino yang tinggi tahun ini dan meredanya krisis energi global.
Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan sebesar -21,20% secara year on year (yoy) pada April 2023. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh based effect yang tinggi karena liburan Lebaran tahun 2022 jatuh pada 22 Mei 2022, yaitu hari kerja yang relatif lebih lama pada tanggal 22 April 2023 .
Selain itu, harga komoditas terus turun di tengah lesunya pertumbuhan global. Sedangkan impor diperkirakan mengalami kontraksi sebesar -7,5% yoy pada April 2023 , di tengah libur Lebaran yang berdampak pada produksi domestik dan aktivitas investasi.
“Kegiatan terkait investasi juga cenderung melambat di tengah jatuhnya harga komoditas dan lingkungan suku bunga yang tinggi,” kata Faisal.
Faisal mengungkapkan neraca transaksi berjalan akan mengalami defisit secara terkendali, sehingga masih mendukung stabilitas sektor eksternal hingga taraf tertentu.
Kinerja ekspor ke depan diperkirakan akan terus melemah akibat penurunan harga komoditas yang didorong oleh melemahnya permintaan global, di tengah tingginya inflasi dan berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan.
“Kami merevisi perkiraan neraca transaksi berjalan 2023 untuk mencatat defisit yang lebih kecil sebesar -0,65% dari defisit -1,10% dari produk domestik bruto,” tutur Faisal.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now





