Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Bank Mandiri: Neraca Perdagangan April Diprediksi Surplus US$ 3,25 Miliar

Penulis : Arnoldus Kristianus
12 Mei 2023 | 14:04 WIB
BAGIKAN
Foto udara sejumlah kendaraan yang menuju Jakarta antre di Gerbang Tol Cikampek Utama 2, Karawang, Jawa Barat pada 26 April 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom)
Foto udara sejumlah kendaraan yang menuju Jakarta antre di Gerbang Tol Cikampek Utama 2, Karawang, Jawa Barat pada 26 April 2023. (Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/tom)

JAKARTA, Investor.id – Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memperkirakan neraca perdagangan Indonesia surplus sebanyak US$ 3,25 miliar pada April 2023. Hal ini dipicu atas perkiraan kegiatan ekspor dan impor melandai selama libur Lebaran.

“Ekspor dan impor diperkirakan terkontraksi di tengah liburan Lebaran,” tutur Faisal pada Jumat (12/5/2023).

Surplus perdagangan yang cenderung terus menyusut. Namun, surplus perdagangan dapat bertahan lebih lama dari yang diantisipasi, karena penurunan harga komoditas akan lebih bertahap karena pembukaan kembali ekonomi Tiongkok pengurangan produksi minyak OPEC+, produksi beberapa komoditas yang lebih rendah di tengah kemungkinan El Nino yang tinggi tahun ini dan meredanya krisis energi global.

ADVERTISEMENT

Pertumbuhan ekspor diperkirakan akan sebesar -21,20% secara year on year (yoy) pada April 2023. Hal ini sebagian besar disebabkan oleh based effect yang tinggi karena liburan Lebaran tahun 2022 jatuh pada 22 Mei 2022, yaitu hari kerja yang relatif lebih lama pada tanggal 22 April 2023 .

Selain itu, harga komoditas terus turun di tengah lesunya pertumbuhan global. Sedangkan impor diperkirakan mengalami kontraksi sebesar -7,5% yoy pada April 2023 , di tengah libur Lebaran yang berdampak pada produksi domestik dan aktivitas investasi.

“Kegiatan terkait investasi juga cenderung melambat di tengah jatuhnya harga komoditas dan lingkungan suku bunga yang tinggi,” kata Faisal.

Faisal mengungkapkan neraca transaksi berjalan akan mengalami defisit secara terkendali, sehingga masih mendukung stabilitas sektor eksternal hingga taraf tertentu.

Kinerja ekspor ke depan diperkirakan akan terus melemah akibat penurunan harga komoditas yang didorong oleh melemahnya permintaan global, di tengah tingginya inflasi dan berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan.

“Kami merevisi perkiraan neraca transaksi berjalan 2023 untuk mencatat defisit yang lebih kecil sebesar -0,65% dari defisit -1,10% dari produk domestik bruto,” tutur Faisal.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 14 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 25 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 29 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia