Jumat, 15 Mei 2026

Produksi Rokok Melandai, Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Menurun

Penulis : Arnoldus Kristianus
27 Jun 2023 | 13:30 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus).
Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus).

JAKARTA, investor.id - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengungkapkan, realisasi penerimaan cukai hasil tembakau mencapai Rp 89,95 triliun per 31 Mei 2023. Angka ini menunjukkan penurunan 12,45% dari periode Mei 2022 yang saat itu sebesar Rp 102,74 triliun.

Penurunan realisasi cukai hasil tembakau pada Mei 2023 disebabkan penurunan produksi pada Maret 2023 yang dipengaruhi lonjakan di basis produksi Maret 2023, akibat kenaikan pajak pertambahan nilai.

“Realisasi sampai Mei 2023 telah terkumpul Rp 89,95 triliun atau ini turun 12,45%. Penurunan ini terutama di golongan I dan II yang mengalami kenaikan tarif cukai paling tinggi,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KITA) Juni 2023 yang berlangsung secara virtual pada Senin (26/6/2023).

Hasil produksi tembakau per golongan terbagi dalam beberapa golongan dengan rincian golongan pertama sebesar 38,80 miliar batang. Angka ini turun 29,58% dari periode yang sama tahun 2022 yang saat itu mencapai 55,10 miliar batang. Golongan kedua sebanyak 17,88 miliar batang turun 12,42% dari periode yang sama tahun sebelumnya yang sebesar 20,42 miliar batang. Golongan ketiga yaitu 12,69 miliar batang atau meningkat 24,68% dari periode Mei 2023 yang sejumlah 10,18 miliar batang.

ADVERTISEMENT

“Tarif di golongan III yang sangat rendah dan justru mengalami kenaikan produksi hingga 24,68%. Tentu kita juga harus hati-hati dalam menyikapi karena jangan sampai produksi turun ke golongan III, sehingga kebijakan untuk mengendalikan produksi hasil tembakau,” kata dia.

Catatan Kemenkeu menunjukkan, produksi bulan Mei 2023 tumbuh 78,33%, namun secara akumulatif turun 3,7%. Tarif rata-rata tertimbang naik 3,5%(lebih rendah dari kenaikan normatif 10%) disebabkan masih menurunnya produksi sigaret kretek mesin (SKM) dan sigaret putih mesin (SPM).

Editor: Thomas Harefa

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 11 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 43 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 54 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 58 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia