Jumat, 15 Mei 2026

Inflasi Juni 2023 Capai 0,14%, Cek Penyumbang Terbesarnya

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Jul 2023 | 11:29 WIB
BAGIKAN
Pembeli memilih daging ayam kemasan di salah satu pasar swalayan di Sawangan, Depok. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)
Pembeli memilih daging ayam kemasan di salah satu pasar swalayan di Sawangan, Depok. (Foto ilustrasi: B-Universe Photo/Mohammad Defrizal)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi secara bulanan (month to month/mtm) pada Juni 2023 sebesar 0,14% atau terjadi kenaikan indeks harga konsumen (IHK) dari 114,84 pada Mei 2023 menjadi 115,00 pada Juni 2023. Inflasi secara tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,52% dan tingkat inflasi tahun kalender Juni 2023 sebesar 1,24%.

“Komoditas penyumbang inflasi secara bulanan adalah daging ayam ras sebesar 0,06%, tarif angkutan udara 0,04%, telur ayam ras sebesar 0,02%, serta kontrak rumah, bawang putih, dan timun masing-masing memberikan andil 0,01%," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (3/7/2023).

Dia menjelaskan, jika dilihat berdasarkan kelompok pengeluaran, penyumbang terbesar inflasi adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Kelompok ini mengalami inflasi 0,39% dan memberikan andil 0,1% pada inflasi Juni 2023. Sementara itu, kelompok transportasi mengalami deflasi sebesar 0,10% dengan andil deflasi 0,01%. “Komoditas yang mengalami deflasi adalah bensin dan solar,” ucap Pudji.

ADVERTISEMENT

Bila dilihat secara spasial, inflasi bulanan menurut wilayah secara umum dari 90 kota terdapat 78 kota inflasi dan 12 kota deflasi. Dari 78 kota yang inflasi tercatat 48 kota mengalami inflasi di atas inflasi nasional dan 30 kota lainnya di bawah inflasi nasional. Adapun inflasi tertinggi terjadi di kota Jayapura sebesar 1,36% dan deflasi terdalam di Sumenep sebesar 0,42%.

“Komoditas penyumbang inflasi di Jayapura adalah tarif angkutan udara (1,11%), tomat (0,25%), beras (0,04%), rokok putih (0,03%), rokok kretek filter (0,03%), air kemasan (0,03%), cabai merah (0,01%), dan daging ayam ras (0,01%),” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 5 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 5 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 6 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia