Jumat, 15 Mei 2026

Bawang Putih dan Rokok Kretek Filter Penyumbang Terbesar, Inflasi Semester I-2023 Capai 1,24%

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Jul 2023 | 13:42 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (3/7/2023).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (3/7/2023).

JAKARTA, Investor.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan inflasi selama semester I-2023 sebanyak 1,24%. Sedangkan komoditas penyumbang terbesar inflasi semester tersebut adalah rokok kretek filter sebesar 0,14% dan bawang putih sebesar 0,07%.

“Selama 2019 sampai 2023, pola inflasi sampai Juni I atau secara year to date cenderung selalu di bawah target, kecuali tahun 2022 saat itu inflasi Juni 2022 atau sebesar 3,19%,” ucap Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (3/7/2023). 

Bila dilihat secara spasial ada 62 kota inflasi tengah tahun lebih tinggi dari angka nasional. 62 kota mengalami inflasi tengah tahun di atas inflasi nasional, yang dominan terletak di wilayah Jawa, Kalimantan, Maluku dan Papua. Sementara itu, 26 kota mengalami inflasi di bawah inflasi nasional, dominan terletak di wilayah Sumatera.

ADVERTISEMENT

“Kota Merauke memiliki inflasi tengah tahun tertinggi yaitu 4,65% dan sebanyak 26 kota lainnya memiliki inflasi tengah tahun lebih rendah dari nasional. Sementara kota Bandung tercatat mengalami deflasi pada semester I 2023, hal ini didorong karena penyesuaian kembali tarif PDAM,” kata Pudji. 

Dia mengatakan bila dilihat secara komponen maka sepanjang 2018-2023, tingkat inflasi pertengahan tahun pada komponen bergejolak relatif lebih tinggi. Pada semester I 2023 ini inflasi komponen harga bergejolak sebesar 3,22%, inflasi harga diatur pemerintah sebesar 0,13%, dan inflasi inti sebesar 1,06%.

“Sementara itu inflasi tengah tahun komponen bahan makanan sebesar 3,17% dan kelompok energi deflasi tengah tahun 0,94%. Deflasi tengah tahun kelompok energi didorong oleh kelompok bensin dan solar yang harganya terus menurun,” kata dia. 

Sementara itu khusus untuk Juni 2023 komoditas yang memberikan andil inflasi adalah beras (0,20%), rokok kretek filter (0,14%), daging ayam ras (0,09%), bawang putih (0,07%), dan emas perhiasan (0,05%), dan kontrak rumah (0,05%).

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 4 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia