Lelang SUN, Kemenkeu Serap Dana Rp 13 Triliun
JAKARTA, investor.id - Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyerap dana Rp 13 triliun dari lelang Surat Utang Negara (SUN) yang berlangsung pada Selasa (11/7/2023). Jumlah tersebut dari penawaran yang masuk sebesar Rp 47,7 triliun.
“Pemerintah memutuskan untuk memenangkan permintaan sebesar Rp 13 triliun pada lelang, dengan mempertimbangkan yield SBN yang wajar di pasar sekunder, rencana kebutuhan pembiayaan tahun 2023, dan kondisi APBN terkini,” jelas Direktur SUN Kemenkeu Deni Ridwan pada Selasa (11/7/2023).
Berdasarkan data Kemenkeu, seri lelang yang ditawarkan adalah seri SPN12231012 (reopening), SPN12240411 (reopening), FR0095 (reopening), FR0096 (reopening), FR0098 (reopening), FR0097 (reopening) dan FR0089 (reopening).
Deni mengungkapkan bahwa demand lelang SUN masih cukup solid, meskipun sedang dalam kondisi wait and see para pelaku pasar atas sikap hawkish The Fed yang diperkirakan akan menaikan suku bunga acuannya atau Fed Fund Rate sebanyak dua kali hingga akhir tahun ini. Jumlah penawaran sebesar Rp 47,79 triliun meningkat dari Rp 37,56 triliun pada lelang sebelumnya. Selain itu, kondisi perekonomian dalam negeri dan kinerja APBN tahun 2023 yang positif menjadi katalis positif terhadap stabilitas pasar keuangan domestik.
“Market mulai mengantisipasi proyeksi defisit APBN tahun 2023 lebih rendah dari target awal, yang akan diikuti oleh penurunan target penerbitan SBN hingga hampir 50%,” ungkap Deni.
Adapun jumlah penawaran yang masuk dari investor asing meningkat signifikan menjadi Rp 9,66 triliun dari Rp 5,93 triliun pada lelang sebelumnya. Deni mengatakan minat investor asing tersebut masih dominan pada seri SUN bertenor panjang, yaitu tenor 10 dan 15 tahun dengan jumlah penawaran masuk mencapai Rp 6,21 triliun atau 64,29% dari total incoming bids investor asing dan dimenangkan sebesar Rp 1,88 triliun atau 14,46% dari total awarded bids.
“Secara keseluruhan, mayoritas demand investor pada lelang kali ini terkonsentrasi pada seri SUN tenor 5 dan 10 tahun dengan total penawaran sebesar Rp 26,93 triliun (56,35% dari total incoming bids) dan dimenangkan sebesar Rp 5,15 triliun (40% dari total awarded bids),” kata Deni.
Seiring dengan tekanan supply risk pasar SBN yang semakin rendah, minat investor masih solid. Hal ini tercermin dari weighted average yield (WAY) pada lelang SUN hari ini lebih rendah 2 sampai dengan 7 basis poin apabila dibandingkan dengan level yield pasar sekunder pada penutupan sehari sebelumnya. “Dengan demikian, pemerintah memperoleh borrowing cost yang kompetitif,” terang dia.
Editor: Thomas Harefa
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






