Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Nilai Ekspor Turun Jadi US$ 20,61 Miliar pada Juni 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Jul 2023 | 11:53 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (17/7/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (17/7/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor sebesar US$ 20,61 miliar pada Juni 2023, turun 5,08%% dibandingkan bulan sebelumnya (month to month/mtm) dan turun 21,18% dibandingkan Juni 2022 (year on year/yoy).

“Nilai ekspor Juni 2023 mencapai US$ 20,61 miliar, mengalami penurunan 5,08% dibandingkan Mei 2023,” kata Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (17/7/2023).

Penurunan ekspor terjadi di sektor migas dan nonmigas, baik secara tahunan maupun bulanan, seiring dengan penurunan harga komoditas ekspor unggulan. Nilai ekspor migas mencapai US$ 1,26 miliar pada Juni 2023, turun 3,64% dibandingkan Mei 2023 dan turun 18,74% dibandingkan Juni 2022.

ADVERTISEMENT

“Ekspor migas turun 3,64% karena gas turun sebesar 10,35%,” kata Atqo.

Nilai ekspor nonmigas yang mencapai US$ 19,34 miliar pada Juni 2023 juga turun 5,17% dibandingkan Mei 2023 dan turun 21,33% dibandingkan Juni 2022.

“Penurunan ekspor nonmigas pada Juni karena penurunan nilai ekspor pada beberapa komoditas yaitu bahan bakar mineral (11,54%), nikel dan barang turunannya (41,33%), serta logam mulia dan perhiasan (41,41%),” tutur Atqo.

Jika dilihat menurut sektor, seluruh sektor nonmigas mengalami penurunan ekspor baik secara bulanan maupun tahunan. Nilai ekspor sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 0,36 miliar pada Juni 2023 atau kontraksi 7,89% dibandingkan bulan sebelumnya dan kontraksi 1,87% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya.

Nilai ekspor sektor pertambangan yang mencapai US$ 3,73 miliar pada Juni 2023 juga kontraksi 15,30% dibandingkan bulan sebelumnya dan kontraksi 37,49% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Hal ini terjadi karena penurunan harga komoditas tambang, sehingga nilai ekspor di sektor pertambangan turun paling tajam secara bulanan dan tahunan.

“Secara bulanan, penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan lainnya, terutama disebabkan oleh penurunan pada komoditas batu bara, bijih tembaga, lignit, bijih seng, serta bijih timbal,” tutur dia.

Adapun nilai ekspor di sektor industri pengolahan mencapai US$ 15,25 miliar pada Juni 2023 atau kontraksi 2,24% dibandingkan bulan sebelumnya dan kontraksi 16,43% dibandingkan Juni 2022.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 46 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 48 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia