Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Nilai Impor Turun 6,42% per Semester I 2023 

Penulis : Arnoldus Kristianus
17 Jul 2023 | 14:49 WIB
BAGIKAN
Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (17/7/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Sekretaris Utama Badan Pusat Statistik (BPS) Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS, Senin (17/7/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, Investor.id –  Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor selama semester I-2023 turun 6,42% menjadi US$ 108,73 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 116,18 miliar. Penyumbang utama penurunan adalah impor bahan baku/penolong.

Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengatakan, nilai impor bahan baku/penolong pada semester I-2023 mencapai US$ 80,06 miliar. Angka ini menunjukan penurunan sebanyak 11,14% dari periode yang sama tahun 2022.

“Hal ini didorong oleh beberapa komoditas diantaranya adalah bahan bakar mineral, mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya kemudian mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya,” ucap Atqo dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/7/2023).

ADVERTISEMENT

Nilai impor barang konsumsi sebesar US$ 9,77 miliar pada semester I 2023 atau naik 2,81% dari periode yang sama tahun 2022. Nilai impor barang modal meningkat 13,97% menjadi US$ 18,89 miliar pada semester I 2023.

Nilai impor pada Juni 2023 mencapai US$ 17,15 miliar atau turun 19,4%, dibanding Mei 2023. Dengan rincian, nilai impor migas Juni 2023 mencapai US$ 2,22 miliar atau terkoreksi sebesar 29,12% dari posisi Mei 2023.

Penurunan impor migas secara bulanan terjadi karena penurunan impor minyak mentah sebesar 43,24%. Sedangkan nilai impor non migas Juni 2023 nilainya adalah US$ 14,93 miliar ini juga mengalami penurunan 17,73% dari posisi Mei 2023.

“Penurunan impor non migas sebesar 17,73% terhadap bulan sebelumnya ini karena beberapa komoditas yaitu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya turun 16,48%; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya ini juga turun 18,44%; kendaraan dan bagiannya turun sebesar 26,89%,” tutur dia.

Dia mengatakan, pada Juni 2023 seluruh jenis barang penggunaan mengalami penurunan impor secara bulanan. Pertama nilai impor barang modal sebesar US$ 3,20 miliar pada Juni 2023. Bila dibandingkan Mei 2023 terjadi penurunan 17,97%, sedangkan jika dibandingkan dengan Juni 2022 terjadi penurunan 4,11%.

“Nilai impor barang modal turun 17,97% ini utamanya didorong oleh penurunan komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya; kendaraan dan bagiannya serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” kata dia.

Nilai impor bahan baku/penolong adalah US$ 12,36 miliar pada Juni 2023. Angka ini menurun 19,24% dari posisi Mei 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi penurunan hingga 23,83%.

“Impor bahan baku penolong turun 19,24% utamanya didorong oleh penurunan impor komoditas bahan bakar mineral, mesin, dan perlengkapan elektrik serta bagiannya; mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya,” kata dia.

Nilai impor barang konsumsi sebesar US$ 1,59 miliar pada Juni 2023. Angka ini menurun 23,33% dari posisi Mei 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi penurunan hingga 6,59%.

“Impor barang konsumsi turun 23,33% didorong oleh penurunan impor komoditas mesin elektrik serta bagiannya; kendaraan dan bagiannya, impor gula dan kembang gula,” kata dia.

Editor: Investor.id

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 39 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia