BPS: Nilai Impor Turun 6,42% per Semester I 2023
JAKARTA, Investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor selama semester I-2023 turun 6,42% menjadi US$ 108,73 miliar dari periode yang sama tahun lalu sebesar US$ 116,18 miliar. Penyumbang utama penurunan adalah impor bahan baku/penolong.
Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto mengatakan, nilai impor bahan baku/penolong pada semester I-2023 mencapai US$ 80,06 miliar. Angka ini menunjukan penurunan sebanyak 11,14% dari periode yang sama tahun 2022.
“Hal ini didorong oleh beberapa komoditas diantaranya adalah bahan bakar mineral, mesin perlengkapan elektrik dan bagiannya kemudian mesin dan peralatan mekanis dan bagiannya,” ucap Atqo dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (17/7/2023).
Nilai impor barang konsumsi sebesar US$ 9,77 miliar pada semester I 2023 atau naik 2,81% dari periode yang sama tahun 2022. Nilai impor barang modal meningkat 13,97% menjadi US$ 18,89 miliar pada semester I 2023.
Nilai impor pada Juni 2023 mencapai US$ 17,15 miliar atau turun 19,4%, dibanding Mei 2023. Dengan rincian, nilai impor migas Juni 2023 mencapai US$ 2,22 miliar atau terkoreksi sebesar 29,12% dari posisi Mei 2023.
Penurunan impor migas secara bulanan terjadi karena penurunan impor minyak mentah sebesar 43,24%. Sedangkan nilai impor non migas Juni 2023 nilainya adalah US$ 14,93 miliar ini juga mengalami penurunan 17,73% dari posisi Mei 2023.
“Penurunan impor non migas sebesar 17,73% terhadap bulan sebelumnya ini karena beberapa komoditas yaitu mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya turun 16,48%; mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya ini juga turun 18,44%; kendaraan dan bagiannya turun sebesar 26,89%,” tutur dia.
Dia mengatakan, pada Juni 2023 seluruh jenis barang penggunaan mengalami penurunan impor secara bulanan. Pertama nilai impor barang modal sebesar US$ 3,20 miliar pada Juni 2023. Bila dibandingkan Mei 2023 terjadi penurunan 17,97%, sedangkan jika dibandingkan dengan Juni 2022 terjadi penurunan 4,11%.
“Nilai impor barang modal turun 17,97% ini utamanya didorong oleh penurunan komoditas mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya; kendaraan dan bagiannya serta mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya,” kata dia.
Nilai impor bahan baku/penolong adalah US$ 12,36 miliar pada Juni 2023. Angka ini menurun 19,24% dari posisi Mei 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi penurunan hingga 23,83%.
“Impor bahan baku penolong turun 19,24% utamanya didorong oleh penurunan impor komoditas bahan bakar mineral, mesin, dan perlengkapan elektrik serta bagiannya; mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya,” kata dia.
Nilai impor barang konsumsi sebesar US$ 1,59 miliar pada Juni 2023. Angka ini menurun 23,33% dari posisi Mei 2023. Sedangkan jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2022 terjadi penurunan hingga 6,59%.
“Impor barang konsumsi turun 23,33% didorong oleh penurunan impor komoditas mesin elektrik serta bagiannya; kendaraan dan bagiannya, impor gula dan kembang gula,” kata dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






