BPS Mencatat 25,9 Juta Penduduk Miskin Belum Pulih hingga Maret 2023
JAKARTA, Investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan sebanyak 25,9 juta penduduk miskin hingga Maret 2023. Angka ini turun 460 ribu orang terhadap September 2022 dan turun 260 ribu orang terhadap Maret 2022.
Pada Maret 2023, persentase penduduk miskin mengalami penurunan 210 ribu dibandingkan September 2022. Angka tersebut menunjukkan penurunann 0,18% dibandingkan Maret 2022 terjadi.
“Meski terus mengalami penurunan namun tingkat kemiskinan Maret 2023 ini belum pulih atau masih sama seperti masa sebelum pandemi,” ucap Sekretaris Utama BPS Atqo Mardiyanto dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (17/7/2023).
Atqo menuturkan, sejak Maret 2021, tingkat kemiskinan mengalami penurunan, seiring dengan pemulihan ekonomi nasional, meskipun sempat mengalami kenaikan pada September 2023. Selama pandemi Covid-19, tingkat kemiskinan tertinggi terjadi pada September 2020, yaitu sebanyak 27,55 juta orang.
Garis kemiskinan pada Maret 2023 tercatat sebanyak Rp 550.458 /kapita/bulan dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 408.522 (74,21%) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 141.936 (25,79%).
Garis kemiskinan merupakan suatu nilai pengeluaran minimum kebutuhan makanan dan bukan makanan yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin. Pada Maret 2023, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,71 orang anggota rumah tangga. Dengan demikian, besarnya garis kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp 2.592.657/rumah tangga miskin/bulan.
“Berdasarkan komponen pembentuknya, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Di mana untuk Maret 2023 peranan komoditas makanan mencapai 74,21%. Sedangkan bukan makanan hanya sebesar 25,75%. ini kontribusi terhadap garis kemiskinan,” kata dia.
Persentase penduduk miskin perkotaan pada Maret 2023 sebesar 7,29%, menurun dibandingkan September 2022 yang sebesar 7,53%. Sementara itu, persentase penduduk miskin perdesaan pada Maret 2023 sebesar 12,22%, menurun dibandingkan September 2022 yang sebesar 12,36%.
“Penurunan tingkat kemiskinan di perkotaan lebih dalam daripada pedesaan. Jika dibandingkan dengan September 2022 terjadi penurunan tingkat kemiskinan di pedesaan sebesar 0,14% sementara di wilayah perkotaan mengalami penurunan 0,24%,”tutur Atqo.
Dibanding September 2022, jumlah penduduk miskin Maret 2023 perkotaan turun sebanyak 240 ribu orang (dari 11,98 juta orang pada September 2022 menjadi 11,74 juta orang pada Maret 2023). Sementara itu, pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin perdesaan menurun sebanyak 220 ribu orang (dari 14,38 juta orang pada September 2022 menjadi 14,16 juta orang pada Maret 2023).
“Tentunya jika kita bandingkan dengan kondisi sebelum pandemi, tingkat kemiskinan di wilayah pedesaan sudah lebih rendah dari level sebelum pandemi, sedangkan di wilayah perkotaan masih lebih tinggi dibandingkan kondisi sebelum pandemi,” terang dia.
Editor: Investor.id
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






