Industri Pengolahan Sokong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II-2023
JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan, industri pengolahan menjadi penopang terbesar pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023 dari sisi lapangan usaha. Industri pengolahan memberikan sumbangsih 18,25% dan tumbuh 4,88% pada kuartal II-2023.
“Pertumbuhan industri pengolahan ditopang oleh masih kuatnya permintaan domestik dan global,” kata Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud dalam konferensi pers di Kantor BPS, Senin (7/8/2023).
Pertumbuhan sektor lapangan usaha didukung oleh beberapa sub sektor. Pertama, industri manufaktur makanan dan minuman yang tumbuh sebesar 4,62%. Hal ini didorong oleh peningkatan crude palm oil (CPO) dan crude palm kernel oil, serta peningkatan konsumsi makanan dan minuman saat Idulfitri dan Iduladha. Kedua, industri logam dasar yang tumbuh 11,49%, didorong oleh peningkatan permintaan ekspor komoditas baja dan feronikel.
“Sedangkan industri alat angkutan tumbuh sebesar 9,66%, yang didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri terutama kendaraan elektrifikasi ramah lingkungan,” jelas Edy. Adapun sektor pertanian tumbuh 2,02% dan berkontribusi hingga 13,35% terhadap pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023.
Ketiga, sektor perdagangan yang tumbuh 5,25% dan berkontribusi 12,85% pada pertumbuhan ekonomi kuartal II-2023. “Pertumbuhan sektor perdagangan ditopang oleh peningkatan aktivitas produksi,” jelas Edy.
Lebih lanjut dia mengatakan, terdapat dua subsektor yang menopang sektor perdagangan. Pertama, perdagangan besar dan eceran bukan mobil dan sepeda motor yang tumbuh 4,97%. Hal ini didorong oleh peningkatan aktivitas produksi, konsumsi, dan mobilitas masyarakat.
“Kedua yaitu perdagangan mobil, sepeda motor, dan reparasinya yang tumbuh sebesar 6,56%. Hal ini disokong oleh peningkatan penjualan mobil dan sepeda motor,” terang Edy.
Kemudian, sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 15,28% dan berkontribusi 5,87% terhadap pertumbuhan kuartal II 2023. Subsektor angkutan udara tumbuh 32,88%, yang didorong oleh peningkatan jumlah penumpang angkutan udara seiring peningkatan kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara.
Subsektor angkutan laut tumbuh 18,26%, yang didorong oleh peningkatan jumlah penumpang dan barang. Angkutan rel juga tumbuh 19,4% yang didorong oleh peningkatan jumlah penumpang dan barang. Hal tersebut sejalan dengan peningkatan mobilitas setelah penghapusan PPKM pada akhir tahun 2022 dan momen liburan.
“’Transportasi dan pergudangan tumbuh solid seiring peningaktan mobilitas masyarakat,” ucap dia.
Jika dirinci menurut lapangan usaha, pertumbuhan ekonomi kuartal II 2023 terbagi dalam manufaktur sebesar 0,98%; perdagangan 0,68%; transportasi dan pergudangan 0,63%; informasi dan komunikasi 0,51%; serta akumulasi dari sektor lainnya sebesar 2,37%.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






