Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Airlangga: Fundamental Solid
Empat komponen yang mengalami kenaikan peringkat, yaitu economic performance naik menjadi peringkat 29 dari sebelumnya 42, government efficiency meningkat jadi 31 dari 35, business efficiency meningkat ke peringkat 20 dari 31, dan infrastruktur meningkat jadi peringkat 51 dari 52 pada tahun ini.
“Memang kalau kita lihat business efficiency bisa dengan cepat dan infrastruktur membaik, namun pemanfaatannya kalau infrastruktur biasanya belakangan baru bisa menjadi faktor pengungkit logistik,” jelas Airlangga.
Sementara itu, dari sisi pembiayaan, investasi sovereign rating Indonesia relatif berada dalam posisi baik.
Menurut Airlangga, prospek yang baik tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang dijalankan pemerintah antara lain, implementasi Undang Undang Cipta Kerja dan mendorong efisiensi belanja modal. Pemerintah juga berupaya menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang saat ini masih di angka 7,6. Sebab bila ICOR Indonesia rendah, maka akan berdampak positif ke pertumbuhan ekonomi.
“Namun kalau angka (ICOR) ini turun ke level 5 saja, maka kita bisa mencapai pertumbuhan 6%. Ini menjadi penting kita untuk ke depan untuk memperbaiki efisiensi modal kita,” kata dia.
Sementara itu, inflasi sudah mencapai 3,08% pada Juni 2023 atau sudah berada dalam rentang target pemerintah yaitu 3%±1% .Karena itu, pemerintah berupaya menjaga daya beli dan stabilitas harga.
“Kita lihat tingkat inflasi kita salah satu yang terendah di 3,08% dibandingkan negara Jerman yang masih 5% atau yang sedang kena hiperinflasi yaitu Turki yang 47%,” ujarnya.
Editor: Jauhari Mahardhika
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






