Jumat, 15 Mei 2026

Pertumbuhan Ekonomi 5,17%, Airlangga: Fundamental Solid

Penulis : Arnoldus Kristianus
7 Aug 2023 | 16:46 WIB
BAGIKAN
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Tahun 2023 di Gedung Ali Wardhana, Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (7/8/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi pers Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II Tahun 2023 di Gedung Ali Wardhana, Kantor Kemenko Perekonomian, Senin (7/8/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Empat komponen yang mengalami kenaikan peringkat, yaitu economic performance naik menjadi peringkat 29 dari sebelumnya 42, government efficiency meningkat jadi 31 dari 35, business efficiency meningkat ke peringkat 20 dari 31, dan infrastruktur meningkat jadi peringkat 51 dari 52 pada tahun ini.

“Memang kalau kita lihat business efficiency bisa dengan cepat dan infrastruktur membaik, namun pemanfaatannya kalau infrastruktur biasanya belakangan baru bisa menjadi faktor pengungkit logistik,” jelas Airlangga.

Sementara itu, dari sisi pembiayaan, investasi sovereign rating Indonesia relatif berada dalam posisi baik.

ADVERTISEMENT

Menurut Airlangga, prospek yang baik tersebut merupakan hasil dari kebijakan yang dijalankan pemerintah antara lain, implementasi Undang Undang Cipta Kerja dan mendorong efisiensi belanja modal. Pemerintah juga berupaya menurunkan Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang saat ini masih di angka 7,6. Sebab bila ICOR Indonesia rendah, maka akan berdampak positif ke pertumbuhan ekonomi.

“Namun kalau angka (ICOR) ini turun ke level 5 saja, maka kita bisa mencapai pertumbuhan 6%. Ini menjadi penting kita untuk ke depan untuk memperbaiki efisiensi modal kita,” kata dia.

Sementara itu, inflasi sudah mencapai 3,08% pada Juni 2023 atau sudah berada dalam rentang target pemerintah yaitu 3%±1% .Karena itu, pemerintah berupaya menjaga daya beli dan stabilitas harga.

“Kita lihat tingkat inflasi kita salah satu yang terendah di 3,08% dibandingkan negara Jerman yang masih 5% atau yang sedang kena hiperinflasi yaitu Turki yang 47%,” ujarnya.

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 15 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 19 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 1 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia