Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Inflasi Tahunan Sentuh 3,27% pada Agustus 2023

Penulis : Arnoldus Kristianus
1 Sep 2023 | 11:51 WIB
BAGIKAN
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Pudji Ismartini. (Foto: Humas BPS)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS. Pudji Ismartini. (Foto: Humas BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa pada Agustus 2023 terjadi inflasi tahunan (year on year/yoy) sebesar 3,27%. Angka ini meningkat dari posisi inflasi tahunan pada Juli 2023 yang sebesar 3,08%, namun lebih rendah dibandingkan inflasi tahunan pada Agustus 2022 yang sebesar 4,69%.

“Inflasi tahun ke tahun sebesar 3,27% atau terjadi peningkatan harga konsumen dari 111,57 pada Agustus 2022 menjadi 115,22 pada Agustus 2023,” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers pada Jumat (1/9/2023).

Bila dilihat dari sisi kelompok pengeluaran, kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar inflasi tahunan pada Agustus 2023. Kelompok ini pada Agustus 2023 mengalami inflasi tahunan sebesar 9,65% atau terjadi kenaikan indeks dari 109,88 pada Agustus 2022 menjadi 120,48 pada Agustus 2023. Kelompok transportasi memberikan andil inflasi 1,18% terhadap inflasi umum.

ADVERTISEMENT

“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi tahunan, yaitu bensin sebesar 0,83%, tarif angkutan dalam kota 0,09%, tarif angkutan antar kota 0,05%, serta solar dan tarif kereta api masing-masing 0,03%,” tutur Pudji.

Berikutnya adalah kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami inflasi 3,51% dan memberikan andil inflasi 0,92% pada inflasi tahunan Juli 2023. Komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi, yaitu beras sebesar 0,41%; rokok kretek filter 0,21%, bawang putih 0,08%, daging ayam ras dan rokok putih masing-masing 0,07%, rokok kretek dan telur ayam ras masing-masing 0,04%, serta ikan segar dan kentang masing-masing 0,03%.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil deflasi secara tahunan, yaitu cabai merah sebesar 0,26%, bawang merah 0,09%, cabai rawit 0,07%, minyak goreng 0,05%; serta cabai hijau, tomat, dan kol putih/kubis masing-masing 0,01%. 

Editor: Jauhari Mahardhika

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia