Inflasi Diredam, Masyarakat Mulai Gemar Belanja dan Jalan-Jalan
Jika dirinci, Kelompok volatile food mengalami inflasi 2,42% (yoy), tetap terkendali sejalan dengan kesuksesan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah. Inflasi kelompok administered prices terus menurun menjadi 8,05% (yoy), lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya sebesar 8,42% (yoy).
“Ini keberhasilan pemerintah menjaga dari harga bahan pangan. Kalau dilihat memang masih ada inflasinya tapi jauh lebih rendah, bisa ukur deh dalam beberapa tahun terakhir itu berapa volatilnya harga pangan di Indonesia,” ungkap Andry.
Terjaganya inflasi sektor konsumsi ini juga dipengaruhi perkembangan infrastruktur jalan tol yang bisa memangkas waktu pengangkutan barang pangan. Meski permintaan meningkat, inflasi pun dapat lebih terkendali dengan biaya yang lebih terukur.
Kendati demikian, Andry percaya potensi untuk sektor konsumsi lebih akseleratif mendukung pertumbuhan ekonomi masih terbuka lebar. Segmen pendapatan menengah-atas perlu pengungkit lewat pendekatan-pendekatan inovatif.
“Potensinya banyak di long weekend, pemerintah bisa buat program jauh-jauh hari. Misalnya ada semacam Jakarta Great Sale setiap long weekend. Lalu misalnya waktu Maulid ini, buat saja supaya belanjanya di domestik, bukan malah lari ke luar negeri,” ujar dia.
Sebaliknya untuk segmen pendapatan menengah-bawah, pemerintah masih perlu banyak membantu. Dalam hal ini, pemerintah dapat memberikan subsidi atau pendekatan lainnya untuk juga menjaga tingkat konsumsi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler






