Jumat, 15 Mei 2026

Kinerja Ekspor Diramal Bakal Melambat, Ini Langkah Pemerintah

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Sep 2023 | 23:06 WIB
BAGIKAN
Aktivitas di pelabuhan peti kemas Yangshan di Shanghai, Tiongkok, baru-baru ini.(Investor Daily/Chinatopix via AP, File)
Aktivitas di pelabuhan peti kemas Yangshan di Shanghai, Tiongkok, baru-baru ini.(Investor Daily/Chinatopix via AP, File)

JAKARTA, investor.id - Kinerja ekspor dan impor Indonesia diperkirakan sedikit melambat seiring dengan moderasi harga komoditas dan perlambatan pertumbuhan ekonomi global. Namun, kelanjutan tahapan hilirisasi mineral terus didorong untuk mendorong partisipasi dan daya saing dalam rantai pasok global, yang pada gilirannya mendongkrak ekspor nasional.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (BKF Kemenkeu) Febrio Nathan Kacaribu mengatakan, dampak penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi global, terutama dari negara mitra dagang utama Indonesia, mulai dirasakan khususnya pada kinerja perdagangan.

“Untuk itu, pemerintah akan terus mengambil langkah-langkah antisipatif dengan terus mendorong keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam (SDA), meningkatkan daya saing produk ekspor nasional, dan diversifikasi mitra dagang utama,” kata Febrio melalui siaran pers, Senin (18/9/2023).

ADVERTISEMENT

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) neraca perdagangan bulan Agustus 2023 kembali mencatatkan surplus sebesar US$ 3,12 miliar. Secara kumulatif dari Januari-Agustus 2023, surplus neraca perdagangan mencapai US$ 24,34 miliar. Dengan demikian, Indonesia telah mengalami surplus perdagangan selama 40 bulan berturut-turut.

“Neraca perdagangan Indonesia masih tercatat surplus di bulan ini, di tengah risiko global yang masih tinggi karena adanya penurunan harga komoditas dan perlambatan ekonomi dunia. Artinya resiliensi Indonesia masih terjaga dengan baik dan ini harus tetap kita pertahankan bahkan kita tingkatkan,” ungkap Febrio.

Nilai ekspor bulan Agustus 2023 tercatat US$ 22 miliar, terkontraksi 21,21% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, terutama didorong oleh penurunan ekspor semua sektor. Secara kumulatif, ekspor periode Januari-Agustus 2023 mencapai US$ 171,52 miliar.

Sementara itu, impor di bulan Agustus 2023 tercatat US$ 18,88 miliar, terkontraksi 14,77% year on year (yoy), terutama bersumber dari penurunan impor bahan baku/penolong dan barang modal. Sedangkan impor barang konsumsi masih tumbuh sebesar 15,47% (yoy). Secara kumulatif impor periode Januari-Agustus 2023 tercatat US$ 147,18 miliar.

Penurunan kinerja ekspor tidak hanya dialami Indonesia, melainkan juga terjadi di banyak negara, akibat melemahnya aktivitas ekonomi dunia. Ekspor Tiongkok dan India terkontraksi selama Januari-Agustus 2023. Di Kawasan ASEAN, ekspor Vietnam juga mengalami kontraksi dalam periode yang sama. Adapun ekspor Malaysia dan Thailand mengalami kontraksi pada periode Januari-Juli 2023.

“Hal ini menunjukkan bahwa dampak perlambatan ekonomi global terjadi secara luas,” imbuh dia.

Meskipun pertumbuhan ekspor Indonesia secara nilai termoderasi, namun masih menunjukkan peningkatan secara volume. Permintaan ekspor produk unggulan Indonesia masih kuat, tercermin dari pertumbuhan volume ekspor non migas yang masih tumbuh 9,5% pada periode Januari-Agustus 2023.

Volume ekspor bahan bakar mineral termasuk batu bara, minyak hewani atau nabati, besi baja, kendaraan, logam mulia dan nikel, secara kumulatif Januari-Agustus 2023 masih meningkat signifikan.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia