Jumat, 15 Mei 2026

KSSK: Stabilitas Nilai Tukar Rupiah Tetap Terjaga di Tengah Penguatan Dolar AS

Penulis : Arnoldus Kristianus
3 Nov 2023 | 12:25 WIB
BAGIKAN
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)
Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK)

JAKARTA, investor.id - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menyatakan, kondisi penguatan mata uang dolar Amerika Serikat (AS) menyebabkan terjadinya pelemahan mata uang di berbagai sejumlah negara, termasuk nilai tukar Rupiah. Meski demikian, stabilitas nilai tukar Rupian tetap terjaga. Bahkan, indeks nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama (DXY) pada 27 Oktober 2023 berada di level 106,56 atau menguat 2,93% year to date (ytd).

“Peningkatan indeks DXY memberikan tekanan depresiasi terhadap mata uang utama, seperti Yen Jepang dan Dolar Australia yang melemah masing-masing 12,61% dan 6,72% ytd, serta depresiasi mata uang kawasan, seperti Ringgit Malaysia dan Baht Thailand masing-masing 7,82% dan 4,39% ytd,” kata Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023 di Kantor Pusat BI, Jumat (3/11/2023).

Bank Indonesia terus melakukan sejumlah upaya untuk menjaga stabilisasi nilai tukar rupiah. Hal tersebut terlihat pada kondisi depresiasi nilai tukar Rupiah relatif lebih baik, yakni 2,34% ytd. Upaya-upaya lainnya juga terus diperkuat untuk meningkatkan mekanisme pasar dalam manajemen likuiditas institusi keuangan domestik dan menarik masuknya aliran portofolio asing dari luar negeri, serta meningkatkan dan memperluas koordinasi dalam rangka implementasi instrumen penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) sejalan dengan PP No 36/2023.

ADVERTISEMENT

“Ke depan, langkah stabilisasi nilai tukar Rupiah terus diperkuat agar sejalan dengan nilai fundamentalnya dan mendukung upaya pengendalian inflasi barang impor (imported inflation),” tutur Menkeu .

Dalam kesempatan yang sama Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan pihaknya terus memperkuat kebijakan moneter dalam rangka mitigasi dampak gejolak ekonomi global terhadap stabilitas nilai tukar Rupiah. Setelah mempertahankan Bank Indonesia 7-Days Reverse Repo Rate (BI7DRR) tetap sebesar 5,75% selama kuartal III - 2023, BI pada RDG bulan Oktober 2023 menaikkan BI7DRR sebesar 25 bps menjadi 6,00%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,25%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,75%.

“Kenaikan ini untuk memperkuat kebijakan stabilisasi nilai tukar Rupiah dari dampak meningkatnya ketidakpastian global serta sebagai langkah pre-emptive dan forward looking untuk memitigasi dampaknya terhadap imported inflation, sehingga inflasi tetap terkendali dalam sasaran,” tutur Perry. (ark)

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kedua dari kiri) dan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo (kedua dari kanan) dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK IV Tahun 2023 di Kantor Pusat BI pada Jumat (3/11/2023). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 2 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 2 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 3 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 3 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 4 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 4 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia