Kemenkeu: Ekonomi Global Tumbuh Melambat 2,9% Tahun 2024
JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan prospek perekonomian global tahun depan di tengah ketidakpastian. Menurutnya, ekonomi global tahun 2024 akan tumbuh lebih rendah yaitu sebesar 2,9% dibandingkan prospek tahun ini.
“Outlook dari perekonomian global tahun depan terlihat bahwa ekonomi masih akan tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun ini yaitu sebesar 2,9% dibandingkan outlook tahun ini yang diperkirakan 3,0% menurut IMF,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2023 secara daring, Jumat (24/11/2023).
Secara global perekonomian dunia masih diliputi berbagai kejadian yang mempengaruhi dinamika. Selama bulan September-Oktober volatilitas sektor keuangan terutama dari negara-negara maju masih sangat tinggi. Dari negara adidaya Amerika Serikat misalnya, US Treasury mengalami dinamika yang cukup tinggi bahkan pada bulan Oktober yang lalu sempat mencapai di atas 5%.
“Kenaikan US Treasury tenor 10 tahun ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2007 dan inilah yang menyebabkan terjadinya capital outflow dari beberapa negara,” tutur Sri.
Maka dari itu, situasi di Amerika Serikat ini menyebabkan suku bunga yang tinggi di seluruh negara di dunia dan menciptakan semakin tingginya cost of fund atau biaya untuk meminjam dari seluruh negara di dunia.
“Suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat itu menyebabkan capital outflow dan menciptakan juga pressure terhadap nilai tukar berbagai negara, indeks US dollar yang menguat menimbulkan implikasi kepada seluruh negara di dunia,” lanjut Menkeu.
Di sisi lain, negara kedua terbesar yaitu China masih di dalam posisi pelemahan yang diperkirakan jangka menengah panjang karena menyangkut faktor struktural. Faktor struktural ini diantaranya akibat penurunan penduduk usia produktif (aging), masalah sektor properti dan pinjaman pemerintah daerah yang menyebabkan beban yang cukup tinggi sehingga pemulihan ekonomi China tidak berjalan secara cepat.
Lebih lanjut, Eropa masih di dalam situasi yang terdampak perang Rusia-Ukraina maupun inflasi yang tinggi ditambah kenaikan suku bunga yang tinggi. “Ini menyebabkan beberapa negara Eropa mengalami resesi seperti Jerman dan juga Inggris sehingga itu adalah situasi global yang masih akan mewarnai hingga akhir tahun," demikian jelas Menkeu Sri Mulyani.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Tag Terpopuler
Terpopuler






