Jumat, 15 Mei 2026

Kemenkeu: Ekonomi Global Tumbuh Melambat 2,9% Tahun 2024

Penulis :  Vinnilya Huanggrio
24 Nov 2023 | 15:32 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/Spt)

JAKARTA, investor.id – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membeberkan prospek perekonomian global tahun depan di tengah ketidakpastian. Menurutnya, ekonomi global tahun 2024 akan tumbuh lebih rendah yaitu sebesar 2,9% dibandingkan prospek tahun ini.

Outlook dari perekonomian global tahun depan terlihat bahwa ekonomi masih akan tumbuh lebih rendah dibandingkan tahun ini yaitu sebesar 2,9% dibandingkan outlook tahun ini yang diperkirakan 3,0% menurut IMF,” ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA Edisi November 2023 secara daring, Jumat (24/11/2023).

Secara global perekonomian dunia masih diliputi berbagai kejadian yang mempengaruhi dinamika. Selama bulan September-Oktober volatilitas sektor keuangan terutama dari negara-negara maju masih sangat tinggi. Dari negara adidaya Amerika Serikat misalnya, US Treasury mengalami dinamika yang cukup tinggi bahkan pada bulan Oktober yang lalu sempat mencapai di atas 5%.

ADVERTISEMENT

“Kenaikan US Treasury tenor 10 tahun ini adalah pertama kalinya sejak tahun 2007 dan inilah yang menyebabkan terjadinya capital outflow dari beberapa negara,” tutur Sri.

Maka dari itu, situasi di Amerika Serikat ini menyebabkan suku bunga yang tinggi di seluruh negara di dunia dan menciptakan semakin tingginya cost of fund atau biaya untuk meminjam dari seluruh negara di dunia.

“Suku bunga yang tinggi di Amerika Serikat itu menyebabkan capital outflow dan menciptakan juga pressure terhadap nilai tukar berbagai negara, indeks US dollar yang menguat menimbulkan implikasi kepada seluruh negara di dunia,” lanjut Menkeu.

Di sisi lain, negara kedua terbesar yaitu China masih di dalam posisi pelemahan yang diperkirakan jangka menengah panjang karena menyangkut faktor struktural. Faktor struktural ini diantaranya akibat penurunan penduduk usia produktif (aging), masalah sektor properti dan pinjaman pemerintah daerah yang menyebabkan beban yang cukup tinggi sehingga pemulihan ekonomi China tidak berjalan secara cepat.

Lebih lanjut, Eropa masih di dalam situasi yang terdampak perang Rusia-Ukraina maupun inflasi yang tinggi ditambah kenaikan suku bunga yang tinggi. “Ini menyebabkan beberapa negara Eropa mengalami resesi seperti Jerman dan juga Inggris sehingga itu adalah situasi global yang masih akan mewarnai hingga akhir tahun," demikian jelas Menkeu Sri Mulyani.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 5 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 43 menit yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 47 menit yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 2 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 3 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia