Apindo Paparkan Tiga Tantangan Dalam Pengembangan Ekonomi Digital
JAKARTA, investor.id – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyatakan bahwa Indonesia berpotensi besar sebagai penyumbang utama ekonomi digital Asia Tenggara. Berdasarkan data Kemenko Perekonomian, potensi ekonomi digital Asean sendiri diperkirakan akan bertumbuh ke angka US$ 330 miliar pada tahun 2025 hingga US$ 1 triliun pada tahun 2030, dan sepertiga dari angka tersebut berasal dari Indonesia. Namun dalam implementasinya masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengembangan ekonomi digital.
Ketua Apindo Shinta Widjaja Kamdani mengatakan bahwa ada tiga tantangan dalam mengembangkan industri yang bergerak dalam ekonomi digital. Pertama, iklim investasi yang mendorong pertumbuhan industri dan inovasi. Untuk tetap maju secara berkelanjutan, bisnis harus dapat beradaptasi dengan kebutuhan pasar. Kunci menjaga iklim usaha dan investasi yang sehat adalah kebebasan ruang gerak bisnis untuk memberikan layanan terbaik.
“Kemampuan bisnis menentukan harga, promosi, margin, variasi produk dan layanan strategi bisnis lainnya seharusnya dilindungi pemerintah dalam porsi yang wajar,” kata Shinta dalam acara Indonesia Digital Summit 2023 di Four Season Jakarta pada Selasa (28/11/2023).
Kedua, kerangka regulasi yang suportif, mengingat faktor kepastian hukum dan kerangka regulasi yang jelas akan mampu meningkatkan kepercayaan para investor dalam berinvestasi pada infrastruktur teknologi di tanah air. Ketiga, tenaga ahli digital apalagi digitalisasi akan mengubah banyak aspek pasar tenaga kerja. Dengan bonus demografi yang kita miliki pemerintah dan swasta perlu menggalakan upskilling dan reskilling kemampuan digital bagi populasi yang lebih luas untuk membangun Indonesia sebagai digital talent hub.
“Dengan talenta digital yang bersaing, (pengembangan) bukan hanya di tingkat Asia tetapi tingkat global,” tutur Shinta.
Apindo mendorong percepatan kontribusi industri digital terhadap ekonomi Indonesia melalui inovasi teknologi, pembukaan lapangan kerja dan peluang pendapatan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Indonesia merupakan pemain utama dalam ekonomi digital Asean, dengan sekitar 40% nilai total transaksi ekonomi digital Asean berasal dari Indonesia.
“Selain itu, ekonomi digital yang mencakup industri seperti jasa finansial, e-commerce, aplikasi layanan berbasis permintaan, media dan hiburan, telah membuka peluang pendapatan yang signifikan bagi masyarakat Indonesia,” kata Shinta.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam
Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level iniHarga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi
Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas AntamDPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatTag Terpopuler
Terpopuler






