Jumat, 15 Mei 2026

Jaga Laju Inflasi, BI akan Pertahankan Suku Bunga Acuan di 2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
30 Nov 2023 | 05:30 WIB
BAGIKAN
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia pada Rabu (29/11/2023). (B Universe Photo/Arnoldus Kristianus)
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo Pertemuan Tahunan Bank Indonesia di Kantor Pusat Bank Indonesia pada Rabu (29/11/2023). (B Universe Photo/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id - Bank Indonesia (BI) menyatakan akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di angka 6% pada 2024. Hal ini dilakukan sebagai upaya menjaga inflasi dalam kisaran 2,5 plus minus 1% pada tahun depan.

“Untuk memastikan tetap terkendalinya inflasi dalam sasaran 2,5 plus minus 1% pada 2024 dan 2025 suku bunga acuan BI akan kami pertahankan dan respon lebih lanjut sesuai dinamika ekonomi global dan domestik,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Pertemuan Tahunan BI di Jakarta, Rabu (29/11/2023).

Sinergi kebijakan Bank Indonesia juga diperkuat dalam Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP dan TPID), Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di berbagai daerah, serta Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Transaksi Pemerintah Pusat dan Daerah (P2DD). Sinergi kebijakan antara Bank Indonesia dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) dalam rangka menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha juga akan terus diperkuat.

ADVERTISEMENT

“BI juga menjalankan sinergi gerakan nasional pengendalian inflasi pangan akan terus kami perkuat melalui 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia. Stabilisasi nilai tukar rupiah untuk mitigasi gejolak global dan pengendalian inflasi harga impor, melalui intervensi spot maupun forward sesuai kebutuhan. Kebutuhan cadangan devisa akan terus kami jaga,” kata Perry.

Menurut Perry, konsistensi kebijakan moneter dan kebijakan fiskal, dan terus kuatnya gerakan nasional pengendalian inflasi pangan. Nilai tukar rupiah pada 2024 akan lebih stabil dengan komitmen tinggi BI dan fundamental yang baik, pertumbuhan tinggi, inflasi rendah, imbal hasil investasi menarik.

“Stabilitas eksternal terjaga, neraca pembayaran sehat, cadangan devisa akan meningkat, pertumbuhan kredit akan meningkat, pertumbuhan kredit akan meningkat ke 10-12%  pada 2024 dan kemudian meningkat kembali ke 11-13% pada 2025,” kata dia.  

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 13 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 45 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 56 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 60 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia