Otorita IKN Sebut China Tertarik Garap Proyek Kereta Trem Tanpa Rel di IKN
JAKARTA, investor.id – Otorita IKN (OIKN) menyebut, China tertarik menggarap proyek kereta trem tanpa rel atau automated rapid transit (ART) di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Meski demikian, Otorita IKN masih enggan mengumumkan nama dari investor China tersebut.
“ART dulu namanya trem. Trem pakai rel, tapi ini tidak pakai rel. Automated karena ada markah yang di jalan, (ada) sensor. Jadi tidak mengganggu moda transportasi lain. ART dengan penyedia teknologi luar. Tapi ya (nama perusahaannya, Red) tidak bisa disebut. Tapi kalau ART dari China,” ujar Deputi Bidang Transformasi Hijau dan Digital Otorita IKN Mohammed Ali Berawi di Jakarta, Jumat (8/11/2023).
Ali menjelaskan, kereta tanpa rel ini menggunakan teknologi sensor light detection and ranging (Lidar). Alat transportasi ini juga akan memanfaatkan global positioning system (GPS).
China memang termasuk sebagai salah satu investor asing terbesar di Indonesia. Pemerintah mencatat China menjadi sumber penanaman modal asing (PMA) terbesar kedua pada Januari-September 2023. Di periode tersebut, realisasi PMA asal China mencapai hampir $5,6 miliar. Tak hanya itu, China juga membantu Indonesia membangun kereta cepat pertama di Asia Tenggara yang kini dikenal sebagai Whoosh.
Per 20 November 2023, OIKN sudah menerima 19 letter of intent atau surat minat untuk kerja sama dari China. Sebanyak 172 dari 305 letter of intent tersebut berasal investor dalam negeri. Namun, letter of intent sebenarnya baru tahap awal dari sebuah kesepakatan. Hal ini dikarenakan kedua belah pihak baik investor maupun OIKN harus melewati tahap lainnya seperti pertemuan one-on-one dan studi kelayakan.
Meski OIKN masih belum banyak bicara soal proyek ini, di China, kereta tanpa rel ini digarap oleh perusahaan transportasi CRRC. Adapun CRRC pertama kali mengumumkan proyek kereta tanpa rel ini yang disebut sebagai Autonomous Rail Rapid Transit di Zhuzhou pada 2017. CRRC mengklaim ini adalah kereta tanpa rel pertama di dunia. Dilansir dari Xinhua, biaya sistem kereta tanpa rel ini disebut hanya seperlima dari sistem trem umumnya.
Editor: Indah Handayani
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer
Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.Tag Terpopuler
Terpopuler




