Jumat, 15 Mei 2026

Bonus Demografi Usia Produktif Jadi Momentum Emas Bangun Kota Impian

Penulis : Mita Amalia Hapsari
9 Des 2023 | 10:30 WIB
BAGIKAN
Sejumlah pekerja saat jam pulang di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Selasa (21/11/2023). (B Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Sejumlah pekerja saat jam pulang di kawasan Jalan Jendral Sudirman, Jakarta, Selasa (21/11/2023). (B Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Mantan Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menyebut, saat ini menjadi momentum emas untuk memindahkan ibu kota negara ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Sebab, saat ini Indonesia didukung bonus demografi usia produksi yang membutuhkan kota impian yang suportif.

Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan, jumlah penduduk Indonesia sebanyak 275,77 juta jiwa pada 2022. Dari jumlah tersebut, 69,25% penduduk Indonesia masuk kategori usia produktif 15-64 tahun yaitu sebanyak 190.969. Sedangkan, 24% penduduk lainnya berusia 0-14 tahun, dan 6,74% lainnya berusia 65 tahun ke atas.

Bambang menyebut, kota baru impian ini akan dibangun maksimal oleh generasi produktif. Timbal baliknya, kota impian ini akan menyokong untuk mengeluarkan Indonesia dari jebakan kelas menengah.

ADVERTISEMENT

“Kelompok usia muda jelas terekspos teknologi digital. Mereka sudah punya bayangan soal kota liveable, seperti tidak ada kabel listrik yang menggantung, air bisa langsung diminum. Justru ini saat terbaik supaya kita punya contoh role model dari pembangunan kota, yang akan mengarahkan kota-kota lain di Indonesia jadi lebih liveable,” kata Bambang dalam keterangannya, Jumat (8/12/2023).

Bambang mengatakan momen ini merupakan kesempatan langka dan sayang dilewatkan. Sebab, bonus demografi ini belum tentu kembali lagi mengingat laju pertumbuhan penduduk di Indonesia sepanjang tahun 2020-2050 diperkirakan akan terus melambat setiap tahun.

“Ini adalah once in a life time opportunity. Karena kalau kita melewatkan masa bonus demografi ini, khawatirnya kita belum naik kelas saat populasi sudah jadi aging (menua). Nanti susah untuk kembali muda,” kata dia.

Sementara itu, kehadiran usia produktif juga berhasil membawa banyak negara naik kelas dari negara berkembang seperti Jepang dan Korea Selatan. “Bonus itu kan sesuatu yang tidak kita harapkan tiba-tiba ada. Indonesia begitu, tahu-tahu punya penduduk usia muda yang produktif, itu bonus. Tapi kita tidak boleh kesenangan, tidak boleh bersantai. Justru ini adalah golden opportunity untuk keluar dari jebakan kelas menengah, seperi Jepang dan Korea Selatan,” kata Bambang.

Meski demikian, Bambang mengingatkan, banyak juga negara (dengan bonus demografi) yang gagal. Jadi ini bukan sesuatu yang otomatis. “Maka kita harus menyiapkan berbagai strategi, salah satunya adalah memperkuat sektor perkotaan,” imbuh dia.

Editor: Indah Handayani

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 4 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 4 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 4 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 5 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 5 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 5 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia