Jaga Laju Inflasi, Pemerintah Pastikan Pasokan Sembako Terjaga Jelang Ramadan
JAKARTA, investor.id – Pemerintah terus menjaga ketersediaan sembilan bahan kebutuhan pokok (sembako). Langkah ini dilakukan sebagai wujud pemerintah menjaga laju inflasi khususnya inflasi yang terkait dengan ketersediaan harga pangan bergejolak (volatile food).
Jika dirinci sembako terdiri dari beras; gula pasir; minyak goreng dan mentega; daging; telur ayam; susu; bawang; gas dan minyak tanah; serta garam.
“Lebaran sudah dekat, jadi kita minta supaya sembilan bahan pokok bisa tersedia, karena urusan saya kan inflasi, karena kalau ini inflasi saya khawatir (harga sembako) akan meningkat,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian pada Senin (19/2/2024).
Airlangga mengatakan, upaya menjaga stabilitas harga pangan juga akan dilakukan dengan melakukan survei ekonomi nasional. Ikhtiar tersebut dilakukan agar distribusi barang terjaga dan harga barang tetap terkendali. “Kita akan ada survei ekonomi nasional, sehingga barang harus betul-betul terkendali dan ada,” tutur dia.
Pemerintah menargetkan inflasi tahun 2024 berada dalam kisaran 2,5 ±1%. Sementara mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi pada Januari 2024 secara bulanan mencapai 0,04%, sedangkan inflasi tahun ke tahun sebesar 2,57% dan inflasi tahun kalender sebesar 0,04%.
Bila dilihat menurut komponen maka inflasi pada Januari 2024 disokong oleh inflasi komponen inti. Pada Januari 2024 komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,20% komponen ini memberikan andil inflasi terbesar yakni 0,13%.
Komoditas yang dominan memberikan andil adalah emas perhiasan biaya sewa rumah dan biaya kontrak rumah. Berikutnya, komponen harga yang diatur pemerintah mengalami deflasi sebesar 0,48% dengan andil deflasi sebesar 0,09%.
Komoditas yang dominan memberikan andil deflasi adalah tarif angkutan udara dan bensin. Sedangkan komponen harga bergejolak mengalami inflasi sebesar 0,01% dengan andil inflasi yang sangat kecil. Komoditas yang dominan memberikan andil inflasi adalah tomat bawang merah, beras, ikan segar, dan daging ayam ras.
Di sisi lain, Mendag Zulkifli Hasan mengatakan, saat ini pihaknya terus menjaga distribusi beras di pasar. Upaya distribusi beras dilakukan dengan memperbanyak suplai beras sehingga alur penyaluran beras bisa lebih merata.
“Maksudnya yang biasanya pengusaha, tetapi pedagang juga bisa ambil langsung (ke Bulog). Hal paling penting pasar tradisional ini. Pasar tradisional ini enggak bisa langsung beli langsung ke Bulog, syaratnya banyak, ini membuat pedagang malas,” kata dia.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






