Jumat, 15 Mei 2026

Pemerintah Telah Kucurkan Rp 2,3 Triliun untuk Pembangunan IKN

Penulis : Arnoldus Kristianus
25 Mar 2024 | 20:13 WIB
BAGIKAN
Pekerja menyelesaikan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa)
Pekerja menyelesaikan pembangunan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Nusantara (IKN), Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur. (ANTARA FOTO/ Rivan Awal Lingga/rwa)

JAKARTA,investor.id - Pemerintah sudah membelanjakan anggaran sebesar Rp 2,3 triliun untuk pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) per 29 Februari 2024. Pada tahun 2024 ini pemerintah mengalokasikan anggaran pembangunan IKN sebesar Rp 39,3 triliun.

“Dari alokasi Rp 39,3 triliun di tahun 2024 ini sudah terealisasi Rp 2,3 triliun atau baru 5,8% dari pagu. Adapun total alokasi anggaran pembangunan IKN dari tahun 2022-2024 adalah Rp 71,8 triliun,” ucap Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta(KiTa) di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Senin (25/3/2024).

Alokasi IKN tahun 2022 sebesar Rp 5,5 triliun, melonjak jadi Rp 27 triliun pada tahun 2023, dan meningkat lagi jadi Rp 39,3 triliun pada tahun 2024. Pada tahun 2024 pemerintah menargetkan realisasi klaster infrastruktur sebesar Rp 36,4 triliun dan klaster non infrastruktur sebesar Rp 2,9 triliun.

ADVERTISEMENT

Adapun realisasi anggaran sebesar Rp 2,3 triliun terbagi dalam klaster infrastruktur sebesar Rp 400 miliar dan klaster non infrastruktur sebesar Rp 1,9 triliun. Untuk klaster infrastruktur sebesar Rp 400 miliar digunakan untuk pembangunan gedung di kawasan istana negara, kawasan Kementerian Koordinator, kementerian lain serta gedung otorita IKN; pembangunan tower rusun ASN dan hankam, rumah tapak menteri; pembangunan jalan tol IKN, jalan dan jembatan IKN dan bandara VVIP; penataan dan penyempurnaan kawasan bendungan Sepaku Semoi, Embung KIPP, pengendalian banjir IKN; serta rehabilitasi hutan dan lahan sekitar IKN.

Sedangkan realisasi klaster non infrastruktur sebesar Rp 1,9 triliun dibelanjakan untuk perencanaan, koordinasi, dan penyiapan pemindahan; promosi/publikasi/sosialisasi IKN; laporan dan rekomendasi kebijakan pada K/L; kegiatan pemetaan, pemantauan dan evaluasi; dukungan pengamanan polri, dan operasional IKN.

“Realisasi Rp 1,9 triliun adalah klaster non infrastruktur, ini berbagai anggaran untuk perencanaan koordinasi laporan pemetaan pemantauan evaluasi, dukungan pengamanan, dan dukungan operasional OIKN yang sudah dibentuk,” tutur Sri Mulyani.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 47 menit yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 49 menit yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 2 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 8 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 8 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia