Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,11% pada Kuartal I-2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Mei 2024 | 11:27 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024). (Foto: BPS)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024). (Foto: BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 mencapai 5,11%. Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.288,3 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.112,9 triliun pada kuartal I-2024. Jika dilihat secara kuartal ke kuartal pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,83% pada kuartal I-2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan di tengah penurunan harga komoditas produk utama ekspor, perekonomian Indonesia tetap tumbuh solid sebesar 5,11%. “Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2024 merupakan pertumbuhan ekonomi kuartal I tertinggi sepanjang periode 2019-2024,” ucap Amalia dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024).

Dia mengatakan seluruh lapangan usaha tumbuh positif pada kuartal I-2024 kecuali sektor pertanian. Adapun lapangan usaha dengan kontribusi terbesar terhadap ekonomi yaitu industri pengolahan, perdagangan, pertanian, pertambangan, dan konstruksi. Lima sektor lapangan usaha ini memberikan kontribusi hingga 63,61% ke pertumbuhan ekonomi nasional. Adapun lapangan usaha dengan pertumbuhan tertinggi adalah administrasi pemerintahan dengan pertumbuhan 18,88% pada kuartal I-2024.

ADVERTISEMENT

“Lapangan usaha pertanian mengalami terkontraksi 3,54% disebabkan oleh penurunan produksi komoditas pertanian pada awal tahun 2024 khususnya tanaman pangan karena fenomena El Nino yang berpengaruh pada paruh kedua tahun 2023,” terang Amala.

Bila dilihat dari sumber pertumbuhan pada kuartal I-2024 industri pengolahan jadi sumber terbesar yaitu 0,86%. Amalia mengatakan sumber pertumbuhan dari industri pengolahan lebih besar dari kuartal IV-2023 namun lebih rendah dari kuartal I-2023.

“Sementara itu pertumbuhan ekonomi ditopang oleh lapangan usaha lain yaitu konstruksi dengan sumber pertumbuhan 0,73%, pertambangan dengan sumber pertumbuhan 0,68%, dan perdagangan dengan sumber pertumbuhan 0,6%,” kata dia.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia