Jumat, 15 Mei 2026

BPS: Industri Pengolahan Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-2024

Penulis : Arnoldus Kristianus
6 Mei 2024 | 12:03 WIB
BAGIKAN
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024). (Foto: BPS)
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti dalam konferensi pers secara hibrida di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024). (Foto: BPS)

JAKARTA, investor.id – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa industri pengolahan menjadi penyokong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 dari sisi lapangan usaha. Adapun kontribusi dari industri pengolahan mencapai 0,86% ke pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan industri pengolahan tumbuh stabil 4,64% pada kuartal I-2024 karena masih kuatnya permintaan domestik dan permintaan luar negeri. Industri makanan dan minuman tumbuh 5,87% karena didukung oleh peningkatan permintaan domestik untuk produk makan dan minuman selama Ramadan dan persiapan menjelang lebaran. Industri kimia, farmasi, dan obat tradisional tumbuh 8,1% sejalan dengan peningkatan permintaan domestik dan luar negeri.

“Industri logam dasar tumbuh 16,57% didorong oleh peningkatan permintaan luar negeri seperti produk logam dasar besi dan baja,” ucap Amalia dalam konferensi pers di Kantor BPS pada Senin (6/5/2024).

ADVERTISEMENT

Selanjutnya, lapangan usaha konstruksi tumbuh solid 7,59% pada kuartal I-2024. Hal ini seiring dengan pembangunan proyek infrastruktur baik yang dilakukan oleh pemerintah maupun swasta. Pertumbuhan ini sejalan dengan realisasi belanja modal pemerintah untuk konstruksi dan peningkatan produksi serta penjualan semen.

Lapangan usaha pertambangan dan penggalian tumbuh signifikan 9,31% pada kuartal I-2024. Hal ini ditopang oleh peningkatan permintaan domestik dan luar negeri. Adapun pertambangan bijih logam tumbuh 34,36% didukung oleh peningkatan produksi bijih tembaga untuk memenuhi permintaan domestik dan luar negeri.

“Pertambangan batu bara dan lignit tumbuh 9,72% seiring dengan peningkatan konsumsi domestik dan ekspor batu bara,” tutur dia.

Secara keseluruhan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2024 mencapai 5,11% . Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 5.288,3 triliun dan atas dasar harga konstan mencapai Rp 3.112,9 triliun pada kuartal I-2024. Jika dilihat secara kuartal ke kuartal pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi 0,83% pada kuartal I-2024.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 24 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 35 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 39 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 1 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 1 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Business 2 jam yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia