BI Perkirakan The Fed akan Turunkan Suku Bunga Acuan Pada Desember 2024
JAKARTA,investor.id - Bank Indonesia (BI) memperkirakan Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) akan menurunkan suku bunga acuan satu kali pada Desember 2024. Kondisi suku bunga acuan The Fed turut mempengaruhi geliat pasar keuangan dunia.
“Kemungkinan potential risk gak terjadi , kemungkinan Fed Funds Rate turun sekali di bulan Desember 2024,” ucap Gubernur BI Perry Warjiyo dalam taklimat media di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (8/5/2024).
Perry mengatakan kondisi suku bunga acuan The Fed tidak terlepas dari gejolak perekonomian yang terjadi di Amerika Serikat. Hingga Selasa (7/5/2024) indeks dolar (DXY) menguat ke level 105,41 dan Yield UST (US Treasury) Note 10 tahun turun ke level 4,46%. Sebelummya BI memperkirakan indeks dolar terus menguat hingga ke 107. Namun dalam beberapa waktu terakhir kondisi indeks dolar mulai melunak.
“US Treasury turun dan indeks dollar melemah, ini berkaitan dengan pasar keuangan global untuk tensi geopolitik di Iran-Israel kita skenariokan dampaknya terbatas,” tutur Perry.
Bila melihat dari sisi global, Perry menilai tensi geopolitik menunjukan perkembangan lebih baik dari asesmen BI saat Rapat Dewan Gubernur (RDG) tanggal 22-23 April 2024. Hal tersebut diyakini akan memberikan dampak positif ke pertumbuhan ekonomi dalam negeri.
"Eskalasi tensi geopolitik, menunjukkan perkembangan di global lebih baik dari yang kita perkirakan saat membuat keputusan RDG. Hal ini memperbaiki kondisi stabilitas ekonomi dan pertumbuhan ekonomi kita,” tutur Perry.
Untuk kondisi perekonomian dalam negeri, pertumbuhan ekonomi tahun 2024 diperkirakan berada dalam rentang 4,7% sampai 5,5%.Sebelumnya pada kuartal I-2024 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,11% dan pada kuartal II-2024 pertumbuhan ekonomi diperkirakan tetap di atas 5%.
“Hal ini dukung dari konsumsi rumah tangga khususnya berkaitan dengan pengeluaran masyarakat selama ramadhan dan Idulfitri akan mendukung pertumbuhan ekonomi di kuartal II lebih tinggi dari 5%,” kata Perry.
Baca Juga:
The Fed Ingin Laju Inflasi Turun DuluPertumbuhan ekonomi tahun 2024 juga ditopang dengan pembangunan infrastruktur baik dari pemerintah maupun swasta. Pada saat yang sama keberlanjutan proyek strategis nasional turut memberikan dorongan ke laju perekonomian domestik.
“Dengan pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dari perkiraan dan lebih tinggi dari 5%, kami memperkirakan bahwa saham juga akan terjadi inflow karena prospeknya akan lebih baik,” terang Perry.
Editor: Arnoldus Kristianus
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah
Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.Ujian Berat bagi Saham BUMI
Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China
Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya
Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karatDuit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaTag Terpopuler
Terpopuler






