BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di 6,25%
Koordinasi kebijakan moneter dan fiskal juga diperkuat untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan momentum pertumbuhan ekonomi. Bank Indonesia terus mempererat sinergi kebijakan dengan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendorong kredit/pembiayaan kepada dunia usaha.
“BI juga terus memperkuat kerja sama internasional pada area kebanksentralan antara lain melalui konektivitas sistem pembayaran dan transaksi menggunakan mata uang lokal, serta fasilitasi penyelenggaraan promosi investasi dan perdagangan di sektor prioritas bekerja sama dengan instansi terkait,” terang Perry.
Sebelumnya Ekonom Senior dan Associate Faculty LPPI Ryan Kiryanto memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan di angka 6,25% dalam Rapat Dewan Gubernur pada 16-17 Juli 2024. Kondisi tersebut mengacu pada indikator perekonomian dalam negeri dan kondisi perekonomian dunia.
Menurut Ryan, BI harus bersabar untuk menurunkan BI Rate ke 6 % lantaran Bank Sentral Amerika Serikat atau The Fed pun masih menahan suku bunga acuannya tetap di level 5,25-5,50% karena inflasi tahunan yang berkisar 3,1% masih di atas target yang 2%.
“Dengan pertimbangan utama untuk tetap menjaga kestabilan nilai tukar rupiah terutama terhadap dolar AS untuk menuju target asumsi APBN 2024, maka pilihan logis, taktis, dan forward looking adalah BI seyogyanya mempertahankan BI Rate tetap di level 6,25% seraya menanti keputusan Fed yang kemungkinan melandaikan suku bunga acuan pada September nanti,” pungkas Ryan.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






