Kamala vs Trump, Menakar Untung-Rugi untuk Indonesia
JAKARTA, investor.id – Kamala Harris menjadi kandidat kuat menggantikan Joe Biden di Pilpres Amerika Serikat (AS) pada November 2024 mendatang. Wakil Presiden ke-49 AS dari Partai Demokrat tersebut akan bersaing dengan Donald Trump dari Partai Republik.
Namun jika disandingkan antara keduanya, mana yang lebih menguntungkan bagi Indonesia, baik langsung maupun tidak langsung?
Peneliti Ekonomi Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Yusuf Rendy Manilet menilai, kepemimpinan Donald Trump pada tahun 2017-2021 lalu tidak terlalu menguntungkan bagi emerging market seperti Indonesia.
“Pemerintah perlu belajar dari pengalaman terutama 2016 silam ketika administrasi Presiden Trump memimpin, karena beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Trump relatif mengubah arah perekonomian global kala itu,” ungkap Yusuf dalam program Investor Daily Talk di IDTV, pada Kamis (25/7/2024).
Dia menerangkan, pemerintahan Trump cenderung proteksionisme kepada China, yang merupakan mitra dagang utama Indonesia. Kebijakan proteksionisme misalnya berupa pembatasan sejumlah barang-barang dari luar AS, terutama dari China, sehingga membuat ekonomi negeri Tirai Bambu itu menjadi melambat. Penurunan ekonomi China ini yang akhirnya berpengaruh pada permintaan (demand) ekspor produk RI ke sana.
“Tanpa memasukkan unsur Pilpres AS saja, kita lihat data terakhir ekspor beberapa komoditas Indonesia ke China itu mengalami penurunan dan tentu penurunan ekspor beberapa komoditas ini akhirnya berdampak pada harga komoditasnya secara umum,” tutur Yusuf.
Menurut Yusuf, jika dibandingkan dengan tahun lalu secara year to date (ytd), beberapa harga komoditas cenderung terkoreksi yang mana ini mempengaruhi kinerja neraca dagang nasional hingga penerimaan negara. Untuk itu, pemerintahan baru dari presiden terpilih Prabowo Subianto mesti menyiapkan dua skenario untuk mengantisipasi hal tersebut.
Jika Kamala Terpilih?
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






