Jumat, 15 Mei 2026

Ekonomi Syariah Solusi Inklusif dan Berkelanjutan untuk Yogyakarta

Penulis : Celvin Moniaga Sipahutar
7 Aug 2024 | 20:01 WIB
BAGIKAN
Wapres Ma'ruf Amin dalam acara pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Peresmian Grebeg UMKM DIY 2024, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (7/8/2024). (Doc. Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin dalam acara pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Peresmian Grebeg UMKM DIY 2024, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (7/8/2024). (Doc. Setwapres)

JAKARTA, investor.id – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meyakini ekonomi dan keuangan syariah berpotensi besar menjadi solusi inklusif dan berkelanjutan bagi perekonomian Yogyakarta.

Menurut Wapres, hal ini tak terlepas karena ekonomi dan keuangan syariah di Yogyakarta telah menunjukkan perkembangan yang signifikan dan bahkan menjadi bagian integral dari kegiatan ekonomi dan kehidupan masyarakat setempat.

“Berbagai potensi dan peluang perekonomian dapat disinergikan dengan prinsip ekonomi dan keuangan syariah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Wapres dalam acara pengukuhan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Peresmian Grebeg UMKM DIY 2024, di Sleman, Yogyakarta, Rabu (7/8/2024).

ADVERTISEMENT

Wapres pun memuji perkembangan pesat ekonomi dan keuangan syariah di provinsi DIY. Apalagi, Yogyakarta langsung mendapatkan lima kategori penghargaan Adinata Syariah 2024 sejak pembentukan KDEKS, yang menunjukkan komitmen dan kolaborasi kuat semua pemangku kepentingan.

Wapres menyebut, lebih dari sepertiga ekonomi Yogyakarta kini telah didukung oleh sektor-sektor yang sejalan dengan rantai nilai halal. Misalnya, industri pengolahan, pertanian, akomodasi, dan makanan minuman.

“Selain itu, aktivitas pariwisata dan pendidikan tinggi juga menyumbang sekitar 60% dari perekonomian provinsi ini. Kombinasi ini menjadikan Yogyakarta sebagai kota pelajar, destinasi wisata budaya, serta pusat UMKM yang produktif,” imbuhnya.

Wapres bilang, ekonomi dan keuangan syariah bersifat inklusif karena tidak hanya untuk umat Islam, tapi untuk semua umat, sebagai satu sistem rahmatan lil'aalamiin untuk kebaikan seluruhnya.

“Hanya bagi umat Islam ekonomi syariah merupakan bagian yang wajib dilaksanakan karena syariah tidak hanya menyangkut aqidah, ibadah, tapi juga muamalah yaitu sifat ekonomi dan kegiatan perniagaan, dan juga akhlak,” urai Ma'ruf Amin.

Oleh karena itu, sebagai upaya percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan syariah di seluruh wilayah Indonesia, Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) membentuk KDEKS di berbagai daerah. Termasuk di DIY, kini sudah ada KDEKS di 31 provinsi. Wapres menyebut, hanya tinggal tujuh provinsi yang belum dibentuk KDEKS, yakni meliputi lima provinsi di Papua, dan masing-masing di NTT serta Bali.

“Jadi tinggal 7 provinsi saja, seluruhnya sudah dibentuk. Bahkan di Sulawesi Utara itu juga sudah dibentuk, ketuanya juga Gubernur Sulawesi Utara. Walaupun beliau beragama nonIslam, tapi beliau juga menjadi Ketua Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah, dan memang syariah untuk semua orang, rahmatan lil 'aalamiin,” tandasnya.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 41 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia