Minggu, 21 Juni 2026

Dorong Pemerataan, Pemerintah Alokasikan Transfer ke Daerah Dekati Rp 1.000 Triliun

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Aug 2024 | 17:00 WIB
BAGIKAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers RAPBN 2025 di kantor pusat Dirjen Pajak, Kementrian Keuangan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dalam Konferensi Pers RAPBN 2025 di kantor pusat Dirjen Pajak, Kementrian Keuangan, Jakarta, Jumat (16/8/2024). (B-Universe Photo/Joanito De Saojoao)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mempersiapkan anggaran sebesar Rp 919,9 triliun untuk transfer ke daerah dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja negara (RAPBN) 2025. Dana tersebut digunakan untuk pemerataan pembangunan daerah dan meningkatkan pelayanan dasar publik.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi transfer ke daerah sebesar Rp 919,9 triliun tumbuh 7,3% dari alokasi dalam APBN tahun 2024 yang sebesar Rp 857,6 triliun.

Transfer ke daerah terbagi dalam sejumlah pos belanja yaitu: dana bagi hasil senilai Rp 192,28 triliun; dana alokasi umum senilai Rp 446,63 triliun; dana alokasi khusus senilai Rp 185,24 triliun, dana otonomi khusus senilai Rp 17,51 triliun; dana keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta Rp 1,2 triliun; dana desa senilai Rp 71 triliun; dan dana insentif fiskal sebesar Rp 6 triliun.

ADVERTISEMENT

“Dana desa naik 7,3%, tidak hanya levelnya tetapi sinergi harmonisasi dengan fiskal pusat dan daerah,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers RAPBN 2025 dan nota keuangan di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta pada Jumat (16/8/2024).

Dorong Pemerataan, Pemerintah Alokasikan Transfer ke Daerah Dekati Rp 1.000 Triliun
Sumber: Advertorial RAPBN 2025

Sri Mulyani mengatakan, kegiatan yang didanai dengan dana hasil transfer ke daerah diharapkan menciptakan pertumbuhan dan kesejahteraan serta membuat daerah semakin konvergen.

Berdasarkan data Indeks Desa Membangun dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi terdapat kenaikan jumlah desa berstatus desa mandiri. Dari semula 840 desa pada 2019 meningkat menjadi 17.122 desa pada tahun 2024.

Jumlah Desa Tertinggal Turun

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BERITA POPULER: Saham Murah BMRI Diserok hingga Rencana MSCI 23 Juni

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari saham murah BMRI diserok hingga rencana MSCI pada 23 Juni soal status pasar modal Indonesia.
International 6 jam yang lalu

Skandal Korupsi Spanyol: Istri PM Pedro Sanchez Diadili dan Paspornya Disita

Istri PM Spanyol Begoña Gómez resmi diadili atas kasus korupsi. Paspor disita dan kubu oposisi mendesak pemerintah untuk mundur.
National 6 jam yang lalu

Ilmuwan Peringatkan Konsekuensi Besar El Nino bagi Cuaca Global

Fenomena El Niño resmi tiba! Ilmuwan peringatkan potensi kekeringan parah dari Indonesia hingga Amazon serta ancaman rekor suhu terpanas.
Lifestyle 6 jam yang lalu

Devin/Faathir Raih Final Perdana BWF Super 300 di Macau Open 2026, Hasil Nyata Pembinaan Berkelanjutan

Capaian ini menandai perkembangan signifikan pasangan muda yang selama ini disiapkan sebagai bagian dari regenerasi bulu tangkis Nasional.
International 6 jam yang lalu

Proyek Ambisius AI Kuras Kas, Investor Pantau Pasar Obligasi

Pembangunan pusat data AI kuras kas perusahaan teknologi. Investor kini wajib pantau suku bunga The Fed dan pasar obligasi global.
Business 6 jam yang lalu

Red Hat Dukung Pengembangan Agentic AI

Red Hat, penyedia solusi open source , baru-baru ini mengumumkan langkah inovatif yang signifikan pada portofolio  Red Hat AI untuk membantu menjembatani kesenjangan antara eksperimen AI dan kendali operasional di tingkat produksi.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia