Sabtu, 4 April 2026

Pemerintah Targetkan Investasi Rp 1.900 Triliun pada 2025

Penulis : Arnoldus Kristianus
18 Aug 2024 | 20:32 WIB
BAGIKAN
Suasana Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (14/8/2024). (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)
Suasana Istana Garuda Ibu Kota Nusantara (IKN), Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (14/8/2024). (ANTARA FOTO/Fauzan/rwa)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun 2025 di angka 5,2%. Guna mencapai angka tersebut dibutuhkan realisasi investasi senilai Rp 1.900 triliun. Pemerintah harus kerja keras lantaran angka ini berada di atas target tahun 2024 yang sebesar Rp 1.650 triliun.

“Kalau tahun ini kan Rp 1.650 triliun, target investasi ke depan lebih kurang Rp 1.900 triliun,” ucap Wakil Menteri Investasi Yuliot Tanjung di Gedung DPR pada Jumat (16/8/2024).

Dia menuturkan pemerintah akan mengoptimalkan kebijakan hilirisasi agar dapat mencapai target investasi tersebut. Upaya ini dilakukan lewat hilirisasi terhadap produk yang memiliki industri turunan lebih dalam. Kebijakan hilirisasi akan dilakukan dengan memperdalam struktur industri agar bisa menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

Advertisement

“Misalnya semikonduktor chip itu kan jadi lebih menggerakan industri utama. Hal itu yang akan kami kembangkan. Kami akan melihat lebih detail lagi. Kemudian ketahanan energi dan ketahanan pangan yang juga jadi fokus ke depan,” tutur dia.

Sementara itu, Ketua Majelis Perwakilan Rakyat (MPR) Bambang Soesatyo mengatakan langkah pemerintah menjalankan hilirisasi telah memberikan dampak positif ke perekonomian nasional. Hal ini terlihat dari kinerja investasi yang berhubungan dengan komoditas yang dikelola telah memberikan nilai tambah terhadap ekspor.

“Strategi hilirisasi industri sudah memberikan hasil positif berupa nilai investasi pada industri pengolahan mineral yang meningkat pesat,” ucap Bambang dalam Pidato Sidang Tahunan MPR tahun 2024 di Gedung DPR pada Jumat (16/8/2024).

Selama ini ekspor Indonesia masih terbatas pada produk-produk komoditas yang diolah lebih lanjut. Dengan adanya hilirisasi, maka akan ada pengolahan lebih lanjut dari produk ekspor sehingga memberikan nilai tambah lebih optimal.

Eksportir No. 1 Dunia

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 3 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Sabtu 4 April 2026: Kokoh

​​​​​​​Harga emas Antam (ANTM) terpantau kokoh pada hari ini, sabtu (4/4/2026). Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 7 menit yang lalu

Masuk Saham Terkonsentrasi Tinggi, Laba Samator (AGII) Merosot

Laba bersih Samator Indo Gas (AGII) merosot 44,37% pada 2025, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
International 15 menit yang lalu

Kadin: Perang Lumpuhkan Ekonomi Timur Tengah, Biaya Kirim Melonjak 3 Kali

Kadin ungkap dampak perang Iran-AS: Biaya logistik naik 3 kali lipat & pengiriman barang molor hingga 2 bulan. Cek dampaknya bagi Indonesia.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia