Sabtu, 4 April 2026

Upaya-Upaya OJK Mendorong Ekonomi Tumbuh 8%

Penulis : Prisma Ardianto
1 Nov 2024 | 18:46 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), pada Jumat (1/11/2024). (Tangkapan layar, OJK)
Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), pada Jumat (1/11/2024). (Tangkapan layar, OJK)

JAKARTA, investor.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan mendukung dan berkomitmen terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 8%, seperti yang diharapkan Presiden Prabowo Subianto.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar menerangkan, OJK sebagai pengawas sektor jasa keuangan (SJK) mendorong terjadi peningkatan penyaluran kredit dan pembiayaan. Secara spesifik, upaya yang dilakukan salah satunya yaitu mengembangkan ekosistem pelaporan kredit (credit reporting system).

“Antara lain memperluas cakupan SLIK (Sistem Layanan Informasi Keuangan) yang tidak hanya meliputi perbankan dan perusahaan pembiayaan, tetapi juga diperluas ke industri fintech p2p lending, asuransi, dan penjaminan,” jelas Mahendra dalam konferensi pers Hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB), pada Jumat (1/11/2024).

Advertisement

Selain itu, kata dia, OJK mendorong pemanfaatan innovative credit scoring (ICS) untuk penilaian kelayakan kredit dan pembiayaan. Termasyk secara konsisten pengembangan pasar keuangan dengan mengakomodir jenis dan bentuk pembiayaan yang diperlukan.

OJK secara khusus juga meminta Perbankan dan pelaku di sektor Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) untuk menyusun strategi meningkatkan kuantitas dan kualitas penyaluran kredit/pembiayaan ke segmen UMKM. Seperti yang diketahui, sektor UMKM memegang peranan penting perihal kontribusinya ke perekonomian, khususnya dari aspek lapangan kerja.

“Antara lain memperluas jangkauan sumber dana pemanfaatan teknologi informasi, serta mengambil langkah strategi untuk mendukung kebijakan pemerintah. Sehingga peningkatan UMKM dapat dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, tata kelola, dan manajemen risiko,” urai Mahendra.

Lebih lanjut, Mahendra menyatakan bahwa OJK siap mendukung dan bekerja sama dengan pemerintah dan stakeholders untuk mendukung program-program prioritas pemerintah. Pihaknya telah mengantisipasi dengan berbagai simulasi, piloting, serta skema-skema pembiayaan/kredit untuk program-program kredit ke program prioritas pemerintah.

Sejumlah simulasi dilakukan baik itu terkait ekonomi hijau (untuk) transisi energi, maupun untuk mendorong aktivitas di bursa karbon. Termasuk upaya prioritas pemerintah untuk membangun perumahan bagi masyarakat berpendapatan rendah (MBR), langkah-langkah dalam mendorong ketahanan pangan (food security), rencana untuk melaksanakan Makan Bergizi Gratis (MBG), serta upaya meningkatkan kualitas dan cakupan dari program hilirisasi.

“Itu hal-hal yang sudah kami antisipasi dan komunikasikan kepada tim pemerintah bahwa OJK siap bekerja sama dan mendukung program-program prioritas tadi,” beber Mahendra.

Kinerja SJK Terjaga Baik

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 12 menit yang lalu

Pengadaan Mobil Kopdes Perlu Berbasis Data 

Pemerintah perlu membuat peta jalan yang terukur dan berbasis data, dalam memenuhi kebutuhan mobil operasional Kopdes Merah Putih
InveStory 23 menit yang lalu

Ketika Asuransi Harus Berpikir Seperti Bisnis Ritel

Makin banyak masyarakat dan pelaku usaha kecil terlindungi, makin kuat pula fondasi ekonomi nasional.
International 32 menit yang lalu

Warren Buffett Beri Peringatan Keras Sistem Perbankan Global Sedang Rapuh

Warren Buffett peringatkan kerapuhan sistem perbankan global. Berkshire Hathaway timbun kas US$ 373 miliar saat risiko properti meningkat.
National 1 jam yang lalu

Sebar Qurban 2026 Targetkan Ratusan Ribu Penerima

Selain nilai spiritual, kegiatan kurban dapat berkontribusi terhadap ketahanan pangan serta mendukung perputaran ekonomi masyarakat.
Business 1 jam yang lalu

Hemat Energi 40%, Industri Tekstil Mulai Adopsi Truk Listrik

Penggunaan kendaraan listrik menjadi langkah strategis dalam merespons tantangan pasokan BBM di tengah dinamika geopolitik global.
International 2 jam yang lalu

WHO Kecam Serangan ke Fasilitas Kesehatan di Iran

WHO kecam serangan AS & Israel ke fasilitas kesehatan Iran. 4 juta orang mengungsi, risiko wabah penyakit kian mengancam Timur Tengah.

Tag Terpopuler


Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia