Jumat, 15 Mei 2026

Kata Erick Thohir soal Danantara

Penulis : Mita Amalia Hapsari
8 Nov 2024 | 16:06 WIB
BAGIKAN
Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024). (B-Universe Photo/Mita Amalia Hapsari)
Menteri BUMN Erick Thohir di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024). (B-Universe Photo/Mita Amalia Hapsari)

JAKARTA, investor.id – Menteri BUMN Erick Thohir menyambut lahirnya super holding BUMN, Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) yang akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.

“Danantara kan sesuai dengan RUU BUMN yang sudah kita gulirkan hampir dua tahun sebelumnya kemarin. Memang kan roadmap, ya, BUMN itu ke arah sana. Dan saya selalu bilang super holding itu. Jadi bukan sesuatu, jangan dilihat yang negatif gitu,” kata Erick di Hotel Kempinski, Jakarta, Kamis (7/11/2024).

Kendati sempat direncanakan akan diresmikan pada 7 November 2024, Danantara hingga kini masih dalam proses pengkajian, baik itu terkait statusnya maupun lingkup bisnisnya.

ADVERTISEMENT

“Ya ini yang masih jadi kajian. Yang pasti kami BUMN sudah memberikan tempat salah satu aset Bank Mandiri. Kalau ditanya, Pak ini deal-nya kapan? Nah ini lagi kajian. Nah sama Danantara ini dalam proses kajian. Apakah ada peraturan pemerintahnya? Apakah ada undang-undangnya Itu biar yang ahlinya. Kalau kami di BUMN senang. Kenapa? Artinya apa? Kinerja kita yang selama ini diapresiasi. Di mana tujuh BUMN besar ini dinyatakan sehat,” ungkap Erick.

Adapun BPI Danantara akan mengkonsolidasikan Indonesia Investment Authority (INA) dengan tujuh BUMN dari berbagai klaster bisnis. Ketujuh BUMN yang dimaksud adalah Bank Mandiri, BRI, PLN, Pertamina, BNI, Telkom Indonesia, dan MIND ID.

Sementara itu, Presiden Prabowo Subianto saat memberikan pengarahan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) pemerintah pusat dan pemerintah daerah di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Kamis (7/11/2024) mengatakan bahwa pembentukan Danantara tidak perlu terburu-buru.

Kepala Kantor Komunikasi Kepresidenan Hasan Nasbi menyampaikan bahwa Presiden Prabowo memberi instruksi agar pembentukan Danantara mesti bijaksana dan hati-hati. Dengan demikian, proses pendirian super holding BUMN ini memang tak boleh buru-buru.

“Di akhir tadi beliau menyampaikan, soal gagasan untuk membentuk, bukan membentuk, soal keinginan kita untuk mengkonsolidasikan seluruh aset kekayaan kita dalam sebuah institusi bernama Daya Anagata Nusantara,” kata Hasan Nasbi usai acara tersebut.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 1 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 7 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 7 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 8 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 8 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 9 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia