Terungkap Alasan Pemerintah Gelontorkan Bantuan Pangan dan Diskon Listrik
JAKARTA, investor.id – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menyatakan upaya pemberian insentif bantuan pangan dan diskon tarif listrik selama dua bulan ke depan dilakukan untuk menjaga inflasi dan pertumbuhan ekonomi kuartal I-2025.
Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha Badan Usaha Milik Negara, Kemenko Perekonomian, Ferry Irawan mengatakan bahwa pada kuartal I-2025 adalah periode kritis. Lantaran inflasi diperkirakan akan lebih tinggi pasca momentum Natal 2024 dan Tahun Baru 2025.
“Kami harapkan pada saat inflasi relatif tinggi, ada bantuan pangan yang backup masyarakat kelas menengah, gitu ya. Kemudian juga bantuan diskon listrik. Ini kita harapkan inflasinya terjaga kemudian daya beli yang diciptakan dari bantuan pangan maupun diskon listrik itu kita harapkan jadi leverage untuk pertumbuhan ekonomi di kuartal I,” ujar Ferry di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Selasa (17/12/2024).
Baca Juga:
Konsumen Menunggu InsentifGuna mengantisipasi kenaikan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12% pada tahun 2025, pemerintah memberikan stimulus untuk melindungi daya beli masyarakat menengah ke bawah termasuk diskon listrik dan bantuan pangan.
Pada kuartal I-2025 juga akan ada momentum bulan Ramadan dan Idul Fitri sehingga diperkirakan akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Momentum tersebut merupakan mesin pendorong pertumbuhan ekonomi terbesar.
“Karena kalau dilihat dari siklus yang sekarang kuartal I ini kritikal nih, karena engine of growth kita kebanyakan sekarang kan di kuartal I, gitu. Jadi kalau kayak mesin, idealnya itu di awal (tahun) sudah kami siapkan dorongannya, sehingga inflasi stabil dan pertumbuhan ekonomi terjaga,” tutur dia.
Sementaa itu, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, dampak kebijakan PPN 12 % di tahun depan tidak akan signifikan ke inflasi. Musababnya, kebijakan tersebut dibarengi dengan sejumlah stimulus ekonomi. Pemerintah juga konsisten menjaga stabilitas harga pangan yang merupakan komponen terbesar pendorong inflasi.
“Inflasi masih akan terkendali karena komponen terbesar dalam inflasi adalah pangan, khususnya volatile food (pangan bergejolak). Pangan merupakan barang strategis yang merupakan kebutuhan pokok, dan tidak dikenakan PPN sesuai dengan PP No. 49,” kata Susi.
Kemudian, pemerintah juga memberi perhatian terhadap tarif dasar listrik yang termasuk dalam komponen harga diatur pemerintah (administered price) yang memberi sumbangan terbesar bagi inflasi. Kebijakan diskon listrik dipercaya dapat menjadi bantalan untuk meredam kenaikan inflasi.
Sebagai informasi, diskon listrik 50% ini diberikan untuk pelanggan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN dengan daya terpasang 450-2.200 volt-ampere (VA). Diskon listrik diberikan untuk 81,4 juta pelanggan PLN yang terdiri dari 24,6 juta pelanggan 450 VA, 38 juta pelanggan 900 VA, 14,1 juta pelanggan 1.300 VA, dan 4,6 juta pelanggan 2.200 VA.
“Hal yang terkait dengan listrik kan juga karena komponen utama di administered price. Di komponen administered price yang paling besar kan dari listrik, sudah ada kebijakan diskon tarif listrik 50% memang untuk 2 bulan dulu. Nanti kan kita monitor evaluasi lagi,” pungkas Susi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






