Perry Sebut Pemeriksaan KPK Terhadap Kasus Korupsi BI Turut Pengaruhi Rupiah
JAKARTA, investor.id – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo tidak menampik bahwa pemberitaan tentang kasus korupsi penggunaan dana tanggung jawab sosial atau corporate social responsibility (CSR) turut berdampak pada kondisi stabilitas nilai tukar rupiah. Namun dia juga menyatakan BI tetap konsisten untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah.
“Segala berita akan berpengaruh terhadap kondisi pasar, termasuk nilai tukar rupiah. Tentu saja BI dengan berbagai berita-berita yang berpengaruh terhadap pasar termasuk nilai tukar rupiah. BI tetap berkomitmen menjaga stabilitas nilai tukar rupiah,” ucap Perry dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Desember 2024 di Gedung Thamrin, BI pada Rabu (18/12/2024).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusut dugaan korupsi terkait penggunaan dana CSR dari BI serta Otoritas Jasa Keuangan (OJK). KPK sudah melakukan penggeledahan di kantor pusat BI pada Senin (16/12/2024), dan menetapkan sejumlah tersangka dalam kasus dugaan korupsi penggunaan dana CSR dari BI.
Perry menegaskan bahwa ikhtiar menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dilakukan melalui triple intervention yaitu Domestic Non-Delivery Forward (DNDF), pasar spot, hingga ke pasar surat berharga negara (SBN). BI juga menggunakan instrumen pro-maret yaitu Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI), dan Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI) untuk menjaga stabilitas mata uang Garuda.
“BI menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui intervensi dan langkah lain seperti SRBI,” kata Perry.
Lebih lanjut dia mengatakan, BI menghormati dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum yang dilaksanakan oleh KPK sebagaimana prosedur dan ketentuan yang berlaku. BI mendukung upaya-upaya penyidikan dan akan bersikap kooperatif kepada KPK. Gubernur BI bilang, hal itu tercermin dari pemberian keterangan dari pejabat BI dan penyampaian dokumen dalam pemeriksaan
“Ini juga sudah kami tunjukan dari pemberian keterangan dari pejabat BI maupun penyampaian dokumen yang telah disampaikan,” kata Perry.
Tata Kelola CSR BI
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO
Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast
Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di IndonesiaBERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Tag Terpopuler
Terpopuler






