Jumat, 15 Mei 2026

Ekonom Waswas soal Tren Rupiah

Penulis : Vinnilya Huanggrio
23 Des 2024 | 20:32 WIB
BAGIKAN
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Petugas menghitung uang pecahan rupiah di Bank Mandiri, Jakarta, belum lama ini. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

JAKARTA, investor.id – Dalam sepekan rupiah spot turun 1,31% ke Rp16.222 per dolar AS. Bahkan baru-baru ini, rupiah sempat menyentuh level 16.300 per dolar AS.

Merespons hal itu, Head of Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), Dian Ayu Yustina mewanti-wanti pemerintah dan Bank Indonesia (BI) untuk senantiasa waspada dengan memonitor pergerakan dan outlook kebijakan ekonomi AS.

“Kemudian volatilitas yang terjadi di pasar keuangan serta harus memperhatikan likuiditas juga, likuiditas valas di pasar domestik,” ujar Dian dalam Investor Market Today IDTV, pada Senin (23/12/2024).

ADVERTISEMENT

Menurut Dian, pemerintah dan BI perlu terus menggencarkan langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan secara terukur dan hati-hati. Langkah itu diperlukan untuk menjamin ketersediaan likuiditas pasar valas uang terjaga, sehingga tidak menimbulkan tekanan lebih lanjut terhadap nilai tukar rupiah.

“Saya pikir alert dalam arti ini pada level yang mengkhawatirkan,” beber dia.

Meskipun Dian juga bilang bahwa rupiah pernah mencapai level Rp 16.500 per dolar AS saat pandemi Covid-19 silam dan tahun lalu. Ia yakin dengan koordinasi dan sinergi kebijakan moneter antara BI, pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), maka stabilitas nilai tukar rupiah dapat dijaga ke depan.

Sebelumnya, depresiasi rupiah dipicu oleh sentimen global yang didominasi kebijakan suku bunga The Fed. Lonjakan indeks dolar Amerika Serikat terjadi usai pengumuman Gubernur The Fed, Jerome Powell tentang arah pemangkasan suku Amerika Serikat di tahun 2025 yang hanya dilakukan sebanyak dua kali sebesar 50 basis poin.

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 6 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 7 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Macroeconomy 7 jam yang lalu

Rupiah Rp 17.500, Warga Serbu Money Changer

Rupiah melemah lagi ke Rp 17.526 per dolar AS. Money changer di Jakarta ramai didatangi warga untuk jual-beli valuta asing.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia