Jumat, 15 Mei 2026

BI Turunkan Suku Bunga Acuan, Apindo Optimis Daya Beli Masyarakat Terjaga

Penulis : Arnoldus Kristianus
16 Jan 2025 | 13:44 WIB
BAGIKAN
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. (Foto: B Universe)
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani. (Foto: B Universe)

JAKARTA,investor.id - Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) mendukung langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan menjadi 5,75%. Kebijakan ini diharapkan akan memberikan dorongan dalam mempertahankan geliat ekonomi nasional.  

“Khususnya di tengah kecenderungan stagnasi daya beli dan perlambatan pertumbuhan konsumsi masyarakat krn penyesuaian terhadap beban-beban konsumsi baru,” tutur  Shinta kepada Investor Daily pada Rabu (15/1/2025).

Dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 14-15 Januari 2025 memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 basis poin menjadi 5%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 basis poin menjadi 6,5%.

ADVERTISEMENT

Shinta mengatakan penurunan suku bunga acuan BI ini menjadi  salah satu stimulus efektif dalam mempertahankan kinerja ekonomi yang ada agar tidak semakin melambat di tengah tekanan yang ada terhadap daya beli pasar domestik. Dengan penurunan suku bunga ini, kalangan pengusaha berharap daya beli masyarakat dan kinerja pasar domestik bisa terus stabil.

“Pelaku usaha menjadi lebih confident untuk mempertahankan atau bahkan memperluas kinerja usaha dalam jangka pendek,” tutur Shinta.

Menurut dia tidak terlalu banyak  implikasi langsung dari penurunan suku bunga acuan BI  terhadap kegiatan usaha di sektor riil. Musababnya pihaknya harus melihat sejauh mana penurunan suku bunga acuan mempengaruhi suku bunga pinjaman usaha secara riil. Secara historis penurunan suku bunga acuan tidak serta merta berarti suku bunga pinjaman riil langsung turun sehingga dampak positif kebijakan penurunan suku bunga acuan terhadap beban usaha di sisi pelaku usaha juga tidak langsung.

“Biasanya butuh waktu 6-12 bulan tergantung kecepatan dan besaran penurunan suku bunga acuan yang terjadi. Terlebih penurunan suku bunga yang terjadi saat ini gradual dan tidak drastis sehingga penyesuaian terhadap suku bunga pinjaman riil diperkirakan tidak langsung terjadi pada saat ini juga,” terang dia.

Sebelumnya Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya nilai tukar rupiah yang sesuai dengan fundamental untuk mengendalikan inflasi dalam sasarannya, dan perlunya upaya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Ke depan, BI akan terus mengarahkan kebijakan moneter untuk menjaga inflasi dalam sasarannya dan nilai tukar yang sesuai fundamental, dengan tetap mencermati ruang untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dinamika yang terjadi pada perekonomian global dan nasional.

“Kebijakan makroprudensial dan sistem pembayaran terus diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutur Perry.

Editor: Arnoldus Kristianus

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Market 12 menit yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 6 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
National 6 jam yang lalu

KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi

KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.
Market 7 jam yang lalu

Saham-saham Penyangga Pasar

Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.
Market 7 jam yang lalu

Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah

Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.
Market 8 jam yang lalu

Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo

Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia