Jumat, 15 Mei 2026

Perubahan Sikap Pemerintah soal PSN PIK 2 Bisa Ganggu Kepercayaan Investor

Penulis : Prisma Ardianto
19 Jan 2025 | 23:10 WIB
BAGIKAN
Ilustrasi kawasan PIK 2. (Foto: PANI)
Ilustrasi kawasan PIK 2. (Foto: PANI)

JAKARTA, investor.id – Pemerintah mengaku tengah mengevaluasi sejumlah Proyek Strategis Nasional (PSN) yang punya dampak minim. Langkah pemerintah itu dinilai bisa mengganggu kepercayaan investor.

Pakar Kebijakan Publik UPN Veteran Jakarta, Achmad Nur Hidayat menyampaikan, salah satu PSN yang banyak dibicarakan adalah kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2. Belakangan, PSN di kawasan ini hanya proyek ekowisata Tropical Coastland.

Ia menilai, terjadi perubahan sikap dari pemerintah mengenai status PSN. Presiden Prabowo Subianto dan timnya menekankan pentingnya meninjau ulang PSN untuk memastikan bahwa semua proyek benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat luas. Jika lankah itu benar-benar direalisasikan, ada konsekuensi yang harus ditanggung.

ADVERTISEMENT

“Perubahan sikap ini memiliki beberapa implikasi penting. Pertama, ketidakpastian dalam status PSN dapat mengurangi kepercayaan investor terhadap proyek yang awalnya didukung penuh oleh pemerintah,” ungkap Achmad dalam keterangannya, pada Minggu (19/1/2025).

Menurut dia, PSN sering dianggap sebagai jaminan bahwa proyek tersebut akan mendapatkan prioritas dalam hal pendanaan, perizinan, dan pengadaan lahan. Ketika status ini berubah atau dipertanyakan, investor dapat merasa ragu untuk berkomitmen dalam proyek-proyek serupa di masa depan.

Kedua, perubahan status ini menyoroti perlunya definisi yang lebih jelas dan konsisten mengenai apa yang dapat dianggap sebagai PSN. Jika tidak, proyek-proyek lain di seluruh Indonesia berisiko menghadapi situasi yang sama, dimana status mereka dapat berubah seiring dengan bergantinya pemerintahan atau adanya evaluasi ulang.

“Inkonsistensi ini dapat merugikan pemerintah dalam jangka panjang karena mengurangi daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi,” kata Achmad.

Ketiga, perubahan ini dapat menciptakan preseden buruk dimana proyek-proyek yang kontroversial atau bermasalah cenderung dikeluarkan dari daftar PSN tanpa penyelesaian yang memadai. “Hal ini tidak hanya merugikan proyek itu sendiri tetapi juga menciptakan kesan bahwa pemerintah tidak memiliki strategi jangka panjang yang jelas dalam menetapkan PSN,” jelas dia.

Cegah Preseden Buruk

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Business 51 menit yang lalu

Wamen Investasi Angkat Bicara Soal Keluhan dari Pelaku Usaha China

Wakil Menteri Investasi, Todotua Pasaribu angkat suara perihal keluhan dari pengusaha China terkait hambatan berinvestasi di Indonesia.
Market 1 jam yang lalu

Harga Emas Perhiasan Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026, Cek Rinciannya

Harga emas perhiasan hari ini, Jumat (15/5/2026) di Raja Emas Indonesia, Hartadinata Abadi, dan Laku Emas dalam berbagai karat
Market 2 jam yang lalu

Duit Asing Tumpah ke Saham ADRO

Di tengah gencarnya aksi jual investor asing, ternyata diam-diam duit asing masuk ke saham Alamtri Resources Indonesia (ADRO).
Multimedia 2 jam yang lalu

Kandungan Santan Mirip ASI? Cek Faktanya! | Cuan Iki Podcast

Limbah kelapa, ternyata adalah "harta karun" yang diburu pasar Eropa dan Asia? Keresahan akan banyaknya sabut kelapa yang terbuang sia-sia di Indonesia
Market 3 jam yang lalu

BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan

Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.
National 9 jam yang lalu

Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia

Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia