Jumat, 15 Mei 2026

KSSK Cermati Divergensi Pertumbuhan Ekonomi Dunia

Penulis : Arnoldus Kristianus
24 Jan 2025 | 17:28 WIB
BAGIKAN
Konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2025 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (24/1/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)
Konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2025 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (24/1/2025). (Investor Daily/Arnoldus Kristianus)

JAKARTA, investor.id – Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan stabilitas sistem keuangan tetap terjaga di tengah divergensi pertumbuhan ekonomi dunia pada kuartal IV-2024. Pasalnya, perekonomian Amerika Serikat (AS) mulai membaik sehingga tekanan perekonomian dunia mulai mereda.

Menteri Keuangan sekaligus Ketua KSSK Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, kondisi perekonomian dunia dipengaruhi oleh menguatnya perekonomian AS. Namun, negara-negara seperti Eropa dan China sedang berjuang melakukan pemulihan ekonomi di tengah ketidakpastian pasar keuangan global.

KSSK yang terdiri dari Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Lembaga Penjamin Simpanan, dan Otoritas Jasa Keuangan berkomitmen untuk memperkuat koordinasi dan sinergi, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap gejolak perekonomian global.

ADVERTISEMENT

“KSSK akan terus memperkuat kewaspadaan serta meningkatkan koordinasi sinergi antar lembaga agar kita mampu memitigasi potensi dampak dari rambatan risiko yang berasal dari eksternal atau global terhadap perekonomian Indonesia maupun terhadap stabilitas sistem keuangan dalam dunia,” ucap Sri Mulyani dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala KSSK I Tahun 2025 di Aula Mezzanine, Kantor Kementerian Keuangan pada Jumat (24/1/2025).

Dia mengatakan, divergensi perekonomian dunia menimbulkan kompleksitas serta ketidakpastian di pasar keuangan yang semakin meningkat. Pada kuartal IV-2024 perekonomian AS masih tumbuh kuat dan bahkan lebih kuat sementara ekonomi Eropa dan Jepang masih mengalami pelemahan.

“Arah kebijakan dari pemerintah dan bank sentral Amerika Serikat juga menjadi faktor yang memberikan pengaruh paling besar pada kondisi ketidakpastian pasar keuangan global,” kata Sri Mulyani. Perekonomian AS mengalami penguatan dan pasar tenaga kerja agak membaik.

Sementara dampak kebijakan tarif yang dilakukan AS diperkirakan turut memberikan pengaruh terhadap proses disinflasi atau penurunan inflasi menjadi tertahan. Kondisi inflasi AS diperkirakan masih pada level yang kuat.

Kebijakan the Fed dan Ekonomi Domestik

Editor: Prisma Ardianto

Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id

Follow

Baca Berita Lainnya di Google News

Read Now
BAGIKAN

Berita Terkait


Berita Terkini


Macroeconomy 9 menit yang lalu

Fundamental Ekonomi Kuat, Masyarakat Jangan Panik

Pemerintah secara konsisten melakukan sejumlah pembenahan untuk memperkuat sumber pertumbuhan ekonomi domestik.
Market 41 menit yang lalu

Harga Emas Terkoreksi Buntut Data Konsumen AS

Pasar emas terus mempertahankan dukungan kritis tetapi tidak menunjukkan reaksi besar terhadap data ekonomi terbaru AS.
Market 52 menit yang lalu

Harga Perak Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Longsor Dalam

Harga perak Antam (ANTM) hari ini pada Jumat (15/5/2026) terpantau longsor dalam. Harga perak Antam menurun ke level ini
Market 56 menit yang lalu

Harga Emas Antam (ANTM) Hari Ini, Jumat 15 Mei 2026: Merosot Lagi

Harga emas Antam (ANTM) terpantau pada Jumat (15/5/2026) kembali merosot. Cek juga harga beli kembali (buyback) emas Antam
Market 2 jam yang lalu

DPR Soroti Kepercayaan Pasar di Tengah Tekanan Rupiah

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan mendorong pemerintah dan BI menjaga kepercayaan pasar di tengah tekanan terhadap rupiah.
Market 2 jam yang lalu

Ujian Berat bagi Saham BUMI

Saham Bumi Resources (BUMI) menjadi salah satu yang banyak dilego oleh investor asing. Ini menandai tekanan terhadap saham BUMI berlanjut.
Copyright © 2026 Investor.id
PT. Koran Media Investor Indonesia