KSSK Cermati Divergensi Pertumbuhan Ekonomi Dunia
Hal ini akan mempengaruhi kebijakan suku bunga acuan dari bank sentral Amerika Serikat (Fed Fund Rate/FFR). Saat ini pelaku pasar memperkirakan ruang penurunan Fed Fund Rate menjadi lebih terbatas karena inflasi yang terjaga.
“Dari sisi fiskal Amerika Serikat juga akan lebih ekspansif dan ini mendorong yield dari US Treasury tetap tinggi. Baik pada tenor jangka pendek maupun jangka panjang,” tutur dia.
Di sisi lain ketegangan politik global yang meningkat dan preferensi investor yang makin besar terhadap aset-aset keuangan Amerika Serikat akan menimbulkan indeks mata uang dolar AS atau Amerika Serikat, US Dollar, DXY berada dalam tren yang meningkat sehingga bisa mempengaruhi mata uang negara lainnya.
Dari sisi perekonomian dalam negeri diperkirakan masih mampu menunjukkan resiliensi atau ketahanan di tengah tekanan perekonomian dunia. Pada kuartal IV-2024 pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan tetap terjaga ditopang oleh kenaikan investasi, terjaganya konsumsi rumah tangga, dan belanja pemerintah pada akhir tahun.
“Selain itu, pilkada atau pemilihan kepala daerah yang dilakukan secara serta pada bulan November 2024 dan musim libur di akhir tahun termasuk Natal dan tahun baru menjadi faktor pendorong positif untuk perekonomian kuartal IV-2024,” kata dia.
Sementara itu kondisi neraca perdagangan tercatat surplus hingga akhir tahun 2024. Kinerja industri juga kembali pada zona ekspansif pada Desember 2024.
“Ekonomi Indonesia tahun 2024 kami perkirakan tumbuh 5% untuk keseluruhan tahun 2024. tahun 2025 diperkirakan tumbuh 5,2%,” kata Sri Mulyani.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read Now






