Resmi Berdiri, BPI Danantara Sokong Target Investasi Indonesia Rp 13.000 Triliun
JAKARTA, investor.id – Anggota Komisi VI DPR Darmadi Durianto optimistis pembentukan BPI Danantara akan memicu pencapaian target investasi sebesar Rp 13.000 triliun dalam lima tahun ke depan. Pasalnya, investasi memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia, dengan kontribusi sekitar 30-37% terhadap pertumbuhan ekonomi.
“Dengan pengelolaan yang profesional, kita bisa go global. Tidak hanya bermain di tingkat lokal, tetapi juga menjadi pemain utama di tingkat internasional,” ujar Darmadi kepada wartawan, Selasa (4/2/2025).
BPI Danantara telah resmi didirikan dan dibentuk dengan pengesahan revisi Undang-Undang Badan Usaha Milik Negara (UU BUMN) oleh rapat paripurna DPR hari ini, Selasa (4/2/2025). BPI Danantara ini dirancang untuk mengelola dan mengoptimalkan aset negara dengan bekerja sama dengan pihak ketiga sesuai dengan regulasi yang berlaku.
Model operasionalnya dinilai akan mirip dengan Temasek Holdings di Singapura, yang mana aset negara dikelola oleh para profesional untuk memperoleh keuntungan maksimal bagi negara. Aset yang dikelola oleh BPI Danantara nantinya dapat digunakan sebagai jaminan investasi dengan persetujuan presiden, selaras dengan Pasal 33 UUD 1945.
“Terciptanya sektor investasi yang produktif akan membuka peluang untuk mendapatkan investasi asing maupun domestik yang dapat mendorong terwujudnya kepastian investasi, terciptanya lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutur Darmadi.
Dia menyebut, berbagai kalangan menilai pembentukan BPI Danantara dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk meningkatkan daya saing ekonomi nasional. Sebab dengan meningkatnya investasi, lebih banyak lapangan kerja akan tercipta, yang pada gilirannya akan meningkatkan daya beli masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Namun, kata Darmadi, keberhasilan BPI Danantara tetap bergantung pada implementasi yang transparan dan tata kelola yang baik. Jika dikelola dengan profesionalisme dan integritas tinggi, badan ini berpotensi menjadi lokomotif baru dalam perekonomian Indonesia, membawa negeri ini menuju era kejayaan ekonomi global.
“Investasi yang tinggi berarti lebih banyak pekerjaan yang tersedia. Itu artinya rakyat akan lebih sejahtera,” pungkas Darmadi.
Editor: Prisma Ardianto
Follow Channel Telegram Official kami untuk update artikel-artikel investor.id
FollowBaca Berita Lainnya di Google News
Read NowBerita Terkait
Berita Terkini
BERITA POPULER: Harga Emas Perhiasan dan Emas Antam (ANTM) Bertahan
Berita populer 24 jam terakhir, mulai dari update harga emas perhiasan hingga harga emas Antam (ANTM) bertahan.Menhut Antoni Ajak Pemimpin Dunia Perkuat Multilateralisme untuk Lindungi Hutan Dunia
Menhut RI Raja Juli Antoni ajak rimbawan dan pemimpin dunia perkuat multilteralisme dan soliditas untuk lestarikan dan lindungi hutan dunia.KPK Dalami Aliran Uang Urus Pita Cukai Rokok dan Miras ke Pegawai DJBC Ahmad Dedi
KPK terus mendalami aliran uang kepada pegawai DJBC Ahmad Dedi (Dedi Congor) yang diduga terkait pengurusan pita cukai rokok dan miras.Saham-saham Penyangga Pasar
Terdapat 10 saham paling berpengaruh terhadap pergerakan IHSG. Ada saham SMMA, BRMS, INCO, dan lain-lain.Barisan Saham yang Bikin Investor Tekor Parah
Sebanyak 10 saham jadi penyebab investor tekor parah pada perdagangan pasar pekan ini. Harga sahamnya ambles dari 19% hingga 37%.Deretan Saham Pencetak Cuan Jumbo
Sejumlah saham mencetak cuan jumbo dan masuk daftar top gainers selama periode 11-13 Mei 2026.Tag Terpopuler
Terpopuler






